Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Uhiriha di Negeri Leahari, Cerita Rakyat dari Maluku

Legenda Uhiriha di Negeri Leahari, Cerita Rakyat dari Maluku

legenda-uhiriha-di-negeri-leahari,-cerita-rakyat-dari-maluku
Legenda Uhiriha di Negeri Leahari, Cerita Rakyat dari Maluku
service

Legenda Uhiriha di Negeri Leahari, Cerita Rakyat dari Maluku


Uhiriha adalah salah satu tempat yang ada di Negeri Leahari, Ambon. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Maluku yang mengisahkan asal usul penamaan tempat Uhiriha tersebut.

Menurut ceritanya, tempat ini tercipta atas ulah keserakahan masyarakat yang ada di masa lalu. Lantas bagaimana kisah lengkap dari legenda Uhiriha yang ada di Negeri Leahari tersebut?

Legenda Uhiriha di Negeri Leahari, Cerita Rakyat dari Maluku

Disitat dari artikel Martje Dela Maitimu, “Buah Keserakahan” dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, alkisah pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga yang ada di Negeri Leahari. Keluarga ini dipimpin oleh pasangan suami istri, Bapak Nani dan Ibu Merry.

Mereka memiliki tiga orang anak, yakni Johana, Johanis, dan Yokbet. Sehari-hari Bapak Nani dan Ibu Merry mengolah lahan yang mereka miliki untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Pada suatu hari, Bapak Nani membicarakan sesuatu yang penting pada istrinya. Dia merasa bahwa beberapa bulan belakangan cuaca di Negeri Leahari tidak bersahabat.

Dia khawatir kondisi ini akan membuat lahan mereka tidak bisa menghasilkan apa-apa. Ibu Merry hanya bisa berharap agar apa yang diprediksi suaminya tidak terjadi demikian.

Namun realita yang terjadi ternyata sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh Bapak Nani. Beberapa bulan kemudian, kemarau panjang melanda Negeri Leahari.

Tanah-tanah yang ada di negeri tersebut menjadi gersang. Tidak ada lagi hasil lahan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Kelaparan menimpa masyarakat yang ada di sana. Hal yang sama juga dirasakan oleh keluarga Bapak Nani dan Ibu Merry.

Anak bungsunya, Yokbet merengek saking kelaparannya. Bapak Nani yang tidak tega melihat hal itu kemudian mencoba mencari peruntungan untuk mencari makanan yang ada di hutan.

Bapak Nani kemudian berangkat ke dalam hutan untuk mencari makanan bagi keluarganya. Namun setelah sekian lama, Bapak Nani tak kunjung kembali juga.

Di rumah, Yokbet masih saja terus menangis. Kedua kakaknya berusaha menenangkan adik bungsunya tersebut.

Ibu Merry tidak tega melihat anak bungsunya. Dirinya kemudian memutuskan untuk masuk ke dalam hutan dan juga ikut mencari ubi untuk anak-anaknya.

Setelah berjalan cukup lama, Ibu Merry melihat sebuah pohon yang cukup rindang. Di pohon tersebut dia melihat tali-tali ubi yang melingkari pohon tersebut.

Ibu Merry kemudian mendekati pohon tersebut. Setelah menelusurinya, Ibu Merry melihat sebuah ubi yang sangat besar.

Melihat hal ini, Ibu Merry merasa senang dan bahagia. Dia merasa ubi ini bisa menjadi bekal makanan keluarganya untuk waktu yang lama.

Ibu Merry kemudian berusaha untuk mengambil ubi besar tersebut. Namun ketika akan mencabutnya, Ibu Merry mendengar sebuah suara.

“Kamu boleh mengambil badanku, tetapi jangan mengambil bagian kepalaku,” begitu suara tersebut menggema dengan kerasnya.

Suara ini tentu membuat Ibu Merry keheranan. Sebab tidak ada satu orangpun yang ada di sekitarnya.

Ibu Merry mencoba untuk tidak menghiraukan suara tersebut. Namun ketika dia mencoba mengambil ubi tersebut, suara itu kembali menggema.

Akhirnya Ibu Merry memutuskan untuk mengikuti suara tersebut. Dia hanya mengambil sebagian kecil dari ubi tersebut untuk dibawa pulang.

Ketika kembali ke rumah, Ibu Merry melihat Bapak Nani sudah ada di sana. Dirinya kemudian menceritakan apa yang ditemukan di hutan sebelumnya.

Malam itu keluarga mereka bisa makan dengan lahapnya. Keesokan hari, Ibu Merry kembali ke hutan untuk mengambil ubi tersebut.

Ajaibnya, ubi itu kembali utuh seperti semula. Ketika Ibu Merry hendak mengambil ubi tersebut, suara yang sama kembali terdengar.

Ibu Merry selalu menuruti apa yang dikatakan oleh suara tersebut. Dirinya juga menceritakan kepada masyarakat Negeri Leahari tentang temuannya.

Sayangnya ada salah satu warga yang ingin menguasai ubi tersebut sendirian. Ketika dia datang ke sana, orang itu justru mengambil semua ubi tersebut tanpa menghiraukan suara yang menggema.

Akibatnya ubi tersebut hilang dan tidak pernah kembali utuh seperti sebelumnya. Akibatnya kemalangan menimpa Negeri Leahari atas keserakahan satu orang saja.

Tempat ubi tersebut menghilang ini kemudian diberi nama oleh masyarakat setempat sebagai Uhiriha. Nama ini bermakna ubi hilang, sesuai dengan kisah yang ada dalam cerita rakyat dari Maluku tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.