Serang, Arina.id—Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H yang beriringan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026, tokoh lintas agama serta jajaran Pemerintah Kota Serang menggelar Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, dan Agama yang dipusatkan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang.
Pawai Budaya dari berbagi agama seperti Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Khonghucu memeriahkan Kirab Budaya Lintas Iman FKUB Kota Serang, Banten.
Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi dalam keterangannya menjelaskan bahwa substansi utama kegiatan ini adalah untuk menegaskan identitas Kota Serang yang majemuk namun tetap harmonis.
Ia mengingatkan bahwa sejarah Kesultanan Banten telah membuktikan keterbukaan masyarakat lokal terhadap perbedaan sejak masa lampau.
“Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten ini sudah hidup harmonis, saling memahami, dan saling mendukung. Buktinya Pelabuhan Internasional Karangantu pernah berjaya. Itu bukti masyarakat Banten sangat terbuka,” ujar Matin dilansir laman pemprov Serang, Senin (16/2).
Lebih lanjut, Matin menekankan bahwa keberagaman di Kota Serang bukan sekadar fakta sosiologis, melainkan modal dasar pembangunan.
“Keberagaman ini adalah potensi untuk kita menuju Indonesia yang lebih maju. Berbeda itu indah, dan perbedaan justru potensi untuk kita bersatu,” tambahnya.
Bhikkhu Damakaro, perwakilan umat Buddha, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga perdamaian.
“Mari kita selalu menjaga persatuan. Di saat umat muslim memasuki bulan Ramadhan, kita menjaga keseharian kita agar tetap kondusif dan penuh kedamaian,” tuturnya.
Sementara itu, Eko Sudono perwakilan umat Hindu, menilai kegiatan budaya semacam ini efektif memperkuat tekad persatuan.
“Serang ini multietnis dan multiagama. Acara ini menghadirkan sisi pribadi kita untuk memperkuat kerukunan nusantara, khususnya di Kota Serang,” tutupnya.





Comments are closed.