Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. LPEM FEB UI: Perjanjian Perdagangan dengan Amerika Serikat Beri Beban Lebih Berat ke Indonesia

LPEM FEB UI: Perjanjian Perdagangan dengan Amerika Serikat Beri Beban Lebih Berat ke Indonesia

lpem-feb-ui:-perjanjian-perdagangan-dengan-amerika-serikat-beri-beban-lebih-berat-ke-indonesia
LPEM FEB UI: Perjanjian Perdagangan dengan Amerika Serikat Beri Beban Lebih Berat ke Indonesia
service

Dalam seminggu terakhir terjadi dinamika kebijakan perdagangan AS, yang akan berdampak pada Indonesia sehingga perlu direspon dan diantisipasi. Pada Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia dan AS tanggal 19 Februari 2026, eliminasi tarif AS atas 1.819 produk Indonesia diharapkan meningkatkan ekspor ke AS. Meskipun demikian, Indonesia juga harus melakukan penghapusan tarif hingga nol persen untuk 99% produk AS.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, atau lebih dikenal dengan LPEM FEB UI, mengeluarkan pikirannya berkaitan dengan hal ini. Pikiran ini tertuang dalam Trade and Industry Brief LPEM FEB UI edisi Februari 2026 yang membahas potensi peluang dan risiko dari ART 2026 bagi Indonesia, khususnya dalam aspek yang terkait langsung dengan bidang perdagangan dan industri.

LPEM FEB UI menyatakan selain klausul tarif, ART memberikan beban yang lebih berat terhadap Indonesia dalam aspek komitmen Indonesia untuk menghilangkan berbagai kebijakan non-tarif dan mengharmonisasikan standar produk ke standar AS yang lebih ketat, yang dapat membuat Indonesia kehilangan kedaulatan untuk menentukan kebijakannya sendiri.

“Klausul komitmen Indonesia untuk membeli energi dan produk pertanian dari AS berpotensi menekan neraca perdagangan, mengancam produk dalam negeri setidaknya dalam jangka pendek, dan menyebabkan inefisiensi sumber impor (trade diversion).”

Lembaga ini mengatakan, secara prinsip, Indonesia memang memerlukan perbaikan tata kelola impor untuk menurunkan biaya transaksi dengan menghindari hambatan teknis yang tidak perlu dan melakukan streamlining perizinan impor, namun pengakuan sepihak standar AS tanpa mekanisme timbal balik penuh berpotensi membatasi kedaulatan regulasi domestik.

Selain itu, pemberian keistimewaan akses dan komitmen pembelian hanya kepada AS dapat dipandang sebagai sikap diskriminatif yang dapat melemahkan posisi Indonesia dalam diplomasi internasional.

Keputusan Mahkamah Agung AS tanggal 20 Februari yang membatalkan skema tarif resiprokal Presiden Trump yang diluncurkan April 2025 tidak serta merta membatalkan klausul ART selain tarif, tetapi setidaknya menunjukkan perlunya perjanjian perdagangan yang rule-based, baik sesuai dengan tata hukum dalam negeri maupun kesepakatan internasional dalam kerangka WTO.

Perkembangan ini membuka kemungkinan Indonesia untuk bersikap terhadap ART maupun terhadap tarif baru AS sebesar universal 10% yang berlaku 150 hari sejak 24 Februari, seperti membatalkan perjanjian, melakukan renegosiasi, atau bahkan menempuh strategi yang lebih memberikan kepastian seperti penjajakan perjanjian bilateral dalam kerangka Preferential/Free Trade Agreement.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.