Wed,2 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Penghantaran Obat Tuberkulosis ke Paru Melalui Inhalasi

Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Penghantaran Obat Tuberkulosis ke Paru Melalui Inhalasi

mahasiswa-ugm-kembangkan-inovasi-penghantaran-obat-tuberkulosis-ke-paru-melalui-inhalasi
Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Penghantaran Obat Tuberkulosis ke Paru Melalui Inhalasi
service

Penyakit Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis ini umumnya menyerang paru-paru dan pada kondisi tertentu dapat memerlukan penggunaan obat lini kedua, termasuk levofloksasin. Upaya mencari pendekatan baru dalam penanganan tuberkulosis, mendorong lima mahasiswa UGM mengembangkan sistem penghantaran obat yang dirancang untuk mengeksplorasi cara membawa antibiotik levofloksasin menuju paru-paru melalui pemberian obat menggunakan inhalasi.

Keberadaan bakteri di dalam makrofag alveolar, salah satu sel pertahanan tubuh di paru-paru, menjadi salah satu pertimbangan tim dalam merancang sistem penghantaran obat. Dari kondisi ini, tim mahasiswa UGM mencoba melihat apakah obat dapat dibawa dengan pendekatan yang sekaligus mempertimbangkan lokasi infeksi.

Inovasi ini dikembangkan tim Levocross terdiri dari Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, Emeliana Putri Ayu Ningsih, dan Ernestus Revan Yogantara Arjuna dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, serta Desrika Dwi Handayani dan Fatharani Hasya Tsabita dari Fakultas Farmasi. Penelitian ini didampingi oleh Ronny Martien dari Fakultas Farmasi UGM.

Penelitian ini menjadi bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. Levocross memadukan levofloksasin dengan teknologi pembawa berukuran nano dan asam hialuronat. Kombinasi ini dikembangkan untuk membantu membawa obat melalui saluran pernapasan sekaligus mengeksplorasi kemungkinan penghantaran menuju sel tertentu di paru-paru.

Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, salah satu anggota menjelaskan penelitian ini bertujuan mengeksplorasi terkait jalannya obat. Ia menjelaskan bahwa bagaimana obat dapat dihantarkan dengan mempertimbangkan lokasi infeksi dan sel yang menjadi target pada tuberkulosis.

“Penelitian ini masih terus berjalan sehingga berbagai pengujian yang kami lakukan menjadi bagian penting untuk mengetahui formulasi yang paling optimal,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menjelaskan dalam prosesnya, levofloksasin dimasukkan ke dalam sistem pembawa menggunakan metode hot emulsification-ultrasonication. Alphatar menceritakan campuran bahan kemudian diproses menggunakan gelombang ultrasonik hingga terbentuk partikel berukuran nano.

Setelah itu, disebutkannya asam hialuronat ditambahkan pada sistem tersebut. Formulasi yang dihasilkan selanjutnya dipersiapkan untuk melalui berbagai tahapan evaluasi.

Alphatar kemudian menguji formulasi untuk mengetahui karakteristik dan kemampuannya dalam membawa obat. Ia menyatakan pengujian meliputi ukuran dan keseragaman partikel, jumlah obat yang berhasil dimuat, kestabilan, hingga pelepasan levofloksasin.

“Selain itu, formulasi juga diuji menggunakan nebulizer untuk melihat kemampuannya menghasilkan aerosol sebagai bagian dari pengembangan pemberian obat melalui inhalasi,” katanya.

Hingga saat ini, penelitian Levocross masih berlangsung dan tim sedang melakukan pengumpulan serta analisis data. Pengujian in vitro juga dilakukan untuk melihat kemampuan formulasi berinteraksi dan masuk ke dalam sel.

Hasil dari berbagai evaluasi ini nantinya akan digunakan untuk menentukan formulasi yang paling optimal. Melalui penelitian ini, tim berharap Levocross dapat menjadi salah satu langkah dalam mengeksplorasi pendekatan baru pada sistem penghantaran obat untuk mendukung terapi tuberkulosis.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.