Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Menafsir Kenikmatan Surga secara Mubadalah

Menafsir Kenikmatan Surga secara Mubadalah

menafsir-kenikmatan-surga-secara-mubadalah
Menafsir Kenikmatan Surga secara Mubadalah
service

Mubadalah.id – Dalam kerangka mubadalah, setiap janji Tuhan yang ditujukan kepada laki-laki juga berlaku bagi perempuan. Dengan demikian, semua kenikmatan surga seperti buah-buah yang lezat, taman yang indah, sungai-sungai yang mengalir, hingga pasangan yang suci—bukan hanya milik laki-laki, tetapi juga perempuan.

Dr. Faqihuddin Abdul Kodir dalam Buku Qiraah Mubadalah menulis bahwa “segala teks tentang kenikmatan surga semestinya tidak berhenti hanya pada laki-laki, tetapi juga menyapa perempuan sebagai penerima kenikmatan yang paripurna. Apa pun yang diharapkan dan dicita-citakan oleh perempuan mukminah akan dikabulkan di surga, karena surga adalah tempat di mana semua keinginan yang baik terpenuhi.”

Dalam pendekatan sufistik, surga bukan sekadar ruang penuh kenikmatan jasmani. Kenikmatan yang paling tinggi justru adalah bertemu dan memandang Tuhan. Sebagaimana dalam QS. al-Qiyamah [75]: 22–23:

“Wajah-wajah (penduduk surga) pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat.”

Kenikmatan ini jelas berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Mereka akan memperoleh kebahagiaan spiritual yang sama yaitu kebahagiaan karena kedekatan dengan Sang Pencipta.

Dalam pandangan para sufi, perjumpaan dengan Allah adalah puncak dari seluruh kenikmatan surga. Bahkan melebihi gambaran fisik apa pun tentang bidadari atau keindahan taman surga.

Dengan demikian, wacana tentang bidadari dan bidadara seharusnya tidak kita pahami sebagai gambaran literal semata. Tetapi simbol dari kedamaian, cinta, dan kebahagiaan abadi yang seimbang antara semua hamba.

Surga, dalam arti yang hakiki, adalah tempat bagi jiwa-jiwa yang suci untuk menemukan kembali cinta dan kedamaian bersama Tuhan. []

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.