Mubadalah.id – Seorang perempuan memiliki bagian-bagian seksual yang letaknya di dalam maupun di sebelah luar tubuhnya. Gabungan semua organ ini dinamakan organ-organ reproduksi atau genital. Yang letaknya di sebelah luar disebut vulva, atau kadang seluruhnya disebut vagina.
Namun sebutan yang kedua itu kurang tepat, karena vagina adalah bagian yang menjadi “pintu” vulva dan terus berlanjut ke sebelah dalam tubuh, memasuki rahim. Vagina sering disebut saluran peranakan karena menjadi jalan masuknya sel pembuah dan keluarnya bayi.
Di bawah ini penjelasan vulva dan nama masing-masing bagiannya. Harap kita ingat bahwa tubuh setiap perempuan, meskipun organ-organnya sama, berlainan bentuk, ukuran, dan warna.
Berikut organ reproduksi perempuan yang terlihat dari luar:
Pertama, vulva: semua bagian yang bisa Anda lihat di antara kedua paha Anda. Kedua, lipatan luar: bibir berlemak yang mengatup bila kedua paha Anda rapatkan. Gunanya, melindungi bagian-bagian lain di dalam tubuh.
Ketiga, lipatan dalam: lapisan-lapisan bibir yang lebih lembut, tidak berambut, dan peka terhadap sentuhan. Selama hubungan seks, “bibir” sebelah dalam ini membesar dan warnanya menggelap.
Keempat, mulut vagina: bagian yang membuka ke arah saluran dalam. Kelima, hymen: dalam bahasa kita sehari-hari biasa kita sebut selaput dara, atau, dengar istilah yang tidak terlalu tepat, tanda keperawanan. Hymen ini merupakan sepoton lapisan kulit tipis yang terletak di sebelah dalam, sesudah mulut vagina.
Keenam, mons: bagian yang berlemak dan berambut. Ketujuh, klitoris: sepotong daging yang kecil, bentuknya seperti kuncup kembang. Bagian ini lah yang paling peka terhadap sentuhan. Bila kita raba, dengan wilayah di sekitarnya, Anda bisa merasa terangsang secara seksual serta mengalami klimaks atau orgasme
Kedelapan, mulut saluran kencing: kita sebut juga mulut saluran urinal, merupakan ujung uretra. Uretra adalah saluran pendek yang membawa Air seni tempat penyimpanannya di dalam kandung kemih ke luar tubuh Anda. Kesembilan, anus: mulut saluran pembuangan sisa-sisa makanan []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 59-60.





Comments are closed.