Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Mual Saat Hamil? Ini Cara untuk Meredakannya

Mual Saat Hamil? Ini Cara untuk Meredakannya

mual-saat-hamil?-ini-cara-untuk-meredakannya
Mual Saat Hamil? Ini Cara untuk Meredakannya
service

Mubadalah.id – Mual menjadi salah satu keluhan yang banyak dialami ibu pada bulan pertama kehamilan. Rasa mual ini sering disebut morning sickness atau rasa tidak nyaman yang biasanya muncul pada pagi hari.

Penyebab mual selama kehamilan belum selalu diketahui dengan pasti. Namun, bagi sebagian ibu, pola makan dapat memengaruhi munculnya rasa mual. Karena itu, perubahan cara makan dapat menjadi salah satu langkah yang dicoba untuk membantu mengurangi keluhan tersebut.

Jika rasa mual masih tergolong ringan, ibu dapat mencoba beberapa cara sederhana. Salah satunya dengan mengatur jenis makanan dan waktu makan.

Ibu dapat mengonsumsi makanan yang mengandung banyak protein sebelum tidur atau pada malam hari. Beberapa makanan yang mengandung protein antara lain kedelai, kacang-kacangan, dan keju.

Makanan ringan juga dapat ia konsumsi segera setelah bangun tidur pada pagi hari. Beberapa pilihan yang dapat ibu coba antara lain crackers atau biskuit, roti kering, tortilla kering yang merupakan jenis roti, atau makanan lain yang berasal dari padi-padian.

Pola makan juga dapat ibu ubah. Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering dapat menjadi pilihan daripada makan dua atau tiga kali sehari dengan porsi besar. Cara tersebut dapat membantu ibu yang mudah merasa mual ketika mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sekaligus.

Selain makanan, kebutuhan cairan juga perlu ibu perhatikan. Ia dapat minum sedikit demi sedikit tetapi harus lebih sering. Cara ini dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.

Panduan ini juga menyebutkan penggunaan vitamin B-6 untuk membantu mengatasi rasa mual. Dosisnya adalah 50 mg dua kali sehari dan tidak boleh melebihi jumlah tersebut. Penggunaan vitamin atau suplemen selama kehamilan sebaiknya tetap mempertimbangkan keamanan dan kebutuhan masing-masing ibu.

Akupresur

Cara lain yang dapat dicoba adalah akupresur. Titik yang digunakan berada sekitar tiga jari di atas pergelangan tangan, di antara dua urat nadi pada lengan ibu.

Tekanan dengan cukup kuat, tetapi tidak terlalu keras agar tidak menyebabkan rasa sakit atau melukai ibu. Jika cara tersebut memberikan hasil, rasa mual dapat mulai berkurang dalam waktu sekitar lima menit setelah titik tersebut ia pijat.

Minuman berbahan jahe, mint, atau kayu manis juga dapat ibu gunakan untuk membantu mengurangi rasa mual. Minuman tersebut dapat ibu konsumsi dua atau tiga kali sehari sebelum makan.

Untuk membuat minuman mint atau kayu manis, satu sendok teh daun mint atau satu batang kayu manis dapat ia masukkan ke dalam cangkir berisi air panas. Diamkan selama beberapa menit agar rasa dan kandungan dari mint atau kayu manis larut sebelum ibu meminumnya.

Sementara itu, minuman jahe dapat ibu buat dengan memarkan atau mengiris kecil-kecil akar jahe. Jahe kemudian anda masukkan ke dalam air dan panaskan selama sedikitnya 15 menit sebelum ibu meminumnya.

Selain mual, kehamilan juga dapat menyebabkan perubahan selera makan. Seorang ibu yang sedang hamil dapat tiba-tiba tidak menyukai makanan yang sebelumnya sangat ia sukainya.

Perubahan selera tersebut tidak selalu menjadi masalah. Ibu tidak perlu memaksakan untuk mengonsumsi makanan yang sedang tidak ia sukainya. Bisa saja selera terhadap makanan tersebut kembali setelah melahirkan.

Hal yang lebih penting adalah memastikan ibu tetap mendapatkan makanan lain yang mengandung nutrisi yang tubuh butuhkan selama kehamilan. Dengan begitu, perubahan selera makan tidak sampai membuat kebutuhan gizi ibu dan bayi tidak terpenuhi. []

*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 93.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.