Fri,21 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Mubes Warga NU 2026 Digelar di Jombang, Bahas Masa Depan NU di Abad Kedua

Mubes Warga NU 2026 Digelar di Jombang, Bahas Masa Depan NU di Abad Kedua

mubes-warga-nu-2026-digelar-di-jombang,-bahas-masa-depan-nu-di-abad-kedua
Mubes Warga NU 2026 Digelar di Jombang, Bahas Masa Depan NU di Abad Kedua
service

Jombang, NU Online

Musyawarah Besar (Mubes) Warga Nahdlatul Ulama (NU) 2026 akan digelar di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Forum ini menjadi ruang partisipasi warga untuk membicarakan arah dan masa depan NU memasuki abad kedua.

Penanggung jawab Mubes Warga NU 2026, Inayah Wahid, mengatakan forum tersebut digelar di tengah momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang. Namun, Mubes tidak menjadi bagian dari mekanisme formal Muktamar dan tidak diarahkan untuk mendukung atau menolak kandidat tertentu.

“Mubes ini bukan tentang siapa yang akan memimpin NU, tetapi tentang NU seperti apa yang ingin dibangun pada abad kedua dan bagaimana kebesaran NU semakin dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat,” ujar Inayah dalam keterangan yang diterima NU Online.

Menurut Inayah, NU menghadapi tantangan yang semakin kompleks memasuki abad kedua. Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, ketimpangan, krisis lingkungan, persoalan demokrasi, hingga kebutuhan warga yang terus berkembang membutuhkan penguatan orientasi khidmah NU.

Atas dasar itu, Mubes Warga NU 2026 diharapkan dapat memperluas ruang percakapan mengenai masa depan NU dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem NU.

“Mubes dimaksudkan untuk memperluas partisipasi warga dalam membicarakan masa depan NU. Forum ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kewenangan struktur organisasi NU,” kata Inayah.

Hadirkan Beragam Suara Warga NU

Inayah menjelaskan, Mubes akan mempertemukan berbagai unsur, mulai dari kiai, nyai dan pengasuh pesantren, warga NU dari berbagai daerah, pengurus NU, perempuan dan generasi muda, akademisi, profesional, pelaku ekonomi, penggerak komunitas, aktivis sosial dan lingkungan, pekerja media, seniman, budayawan, hingga kelompok rentan.

Keragaman peserta tersebut diharapkan menjadikan Mubes sebagai ruang bagi warga NU untuk menyampaikan pengalaman, kegelisahan, kritik, dan gagasan mengenai masa depan jam’iyah.

Forum akan berlangsung melalui sesi pleno dan diskusi kelompok. Pembahasan diarahkan pada sejumlah isu utama, antara lain kemandirian NU dan demokrasi, integritas organisasi, serta penguatan peran warga dalam kehidupan NU.

Sejumlah tokoh dijadwalkan mengisi Mubes, di antaranya KH A Mustofa Bisri, Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH dr Umar Wahid, Prof M Mahfud MD, KH Lukman Hakim Saifuddin, dan Ning Alissa Wahid.

Bakal Hasilkan Rekomendasi untuk Muktamar

Mubes Warga NU 2026 diharapkan menghasilkan Deklarasi Warga NU untuk Abad Kedua, rekomendasi kepada Muktamar ke-35 NU dan kepengurusan NU periode berikutnya, prinsip mengenai kemandirian dan kemaslahatan NU, serta agenda penguatan partisipasi warga.

Selain itu, forum tersebut diharapkan melahirkan agenda prioritas khidmah NU di bidang yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, seperti ekonomi warga, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, lingkungan hidup, serta keberpihakan kepada kelompok miskin dan terpinggirkan.

Menurut Inayah, masa depan NU tidak hanya ditentukan oleh pengurus organisasi, tetapi juga oleh jutaan warga yang setiap hari menghidupkan nilai-nilai NU di pesantren, madrasah, kampung, tempat kerja, komunitas, dan berbagai ruang kehidupan masyarakat.

“Pertanyaan yang hendak dibawa dalam Mubes bukan siapa yang akan memimpin NU, tetapi NU seperti apa yang hendak dibangun pada abad kedua dan untuk siapa kebesaran NU itu diabdikan,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.