Tue,2 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Nasi Gemuk, Makanan Tradisional Khas dari Jambi yang Penuh dengan Berbagai Isian

Nasi Gemuk, Makanan Tradisional Khas dari Jambi yang Penuh dengan Berbagai Isian

nasi-gemuk,-makanan-tradisional-khas-dari-jambi-yang-penuh-dengan-berbagai-isian
Nasi Gemuk, Makanan Tradisional Khas dari Jambi yang Penuh dengan Berbagai Isian
service

Nasi Gemuk, Makanan Tradisional Khas dari Jambi yang Penuh dengan Berbagai Isian | Wikimedia Commons/Roby diery


Nasi gemuk adalah salah satu makanan tradisional khas dari Jambi yang patut Kawan cicipi ketika berkunjung ke daerah tersebut. Apakah Kawan sudah pernah mencoba kuliner tradisional ini sebelumnya?

Di Jambi, nasi gemuk masih cukup mudah untuk dijumpai. Terlebih makanan yang umumnya dijadikan sebagai menu sarapan ini bisa Kawan temui pada saat pagi hari.

Banyak penjual yang menjajakan makanan tradisional khas Jambi tersebut. Cita rasa yang nikmat serta harga yang cukup terjangkau sering kali menjadi alasan mengapa nasi gemuk sering menjadi pilihan untuk menu sarapan di daerah tersebut.

Selain itu, nasi gemuk juga sering disajikan dalam beberapa acara khusus yang digelar di tengah masyarakat. Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut seputar makanan tradisional khas Jambi tersebut?

Nasi Gemuk, Makanan Tradisional Khas dari Jambi

Nasi gemuk merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari daerah Jambi. Sekilas makanan tradisional ini mirip dengan nasi uduk yang bisa Kawan jumpai di beberapa daerah lainnya.

Hal ini wajar sebab proses serta cara membuat nasi gemuk tidak jauh berbeda dengan nasi uduk. Apalagi bahan yang digunakan untuk membuatnya juga serupa.

Dinukil dari buku Rini Febriani Hauri yang berjudul Kuliner Khas Jambi, Sedap Nian Oi, nasi gemuk terbuat dari beras yang dimasak dengan menggunakan santan kelapa dan beberapa bahan lainnya, seperti daun salam, daun jeruk, dan daun pandan. Setelah masak, nasi gemuk ini nantinya akan dimakan beserta beberapa isian.

Perbedaan antara nasi gemuk dan nasi uduk hanya terdapat pada jumlah santan yang digunakan saat membuat makanan tradisional tersebut. Santan yang digunakan untuk membuat nasi gemuk biasanya akan lebih banyak jika dibandingkan dengan nasi uduk.

Dalam penyajiannya, nasi gemuk biasanya memiliki isian yang sangat beragam. Dalam sepiring nasi gemuk, Kawan biasanya akan menemukan teri goreng, kacang tanah goreng, tempe orek, hingga telur dadar yang diiris tipis.

Selain itu, ada juga irisan mentimun, bawang goreng, serta kerupuk yang melengkapi sajian makanan tradisional tersebut. Tambahan berbagai macam komponen ini makin memperkaya cita rasa nasi gemuk pada saat dinikmati nantinya.

Asal Usul Penamaan Nasi Gemuk

Keberadaan nasi gemuk sendiri sudah ada sejak lama di tengah masyarakat Jambi. Tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali kuliner tradisional ini mulai disajikan dan dinikmati oleh masyarakat.

Penamaan nasi gemuk sendiri berasal dari tekstur dan proses memasaknya. Makanan tradisional ini diberi nama nasi gemuk karena tekstur nasi yang berminyak dari proses pembuatan yang menggunakan santan dalam jumlah besar.

Selain menjadi salah satu santapan yang digemari oleh masyarakat, nasi gemuk juga memiliki kaitan erat dengan kebudayaan yang brkembang di tengah masyarakat. Terbukti, makanan tradisional ini sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda dari daerah Jambi.

Disajikan dalam Berbagai Acara

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, nasi gemuk umumnya dinikmati sebagai menu sarapan oleh masyarakat. Tidak heran kuliner yang satu ini bisa dijumpai di pagi hari bersama beberapa makanan tradisional lainnya, seperti lontong gulai, pical, dan lainnya.

Namun ada kalanya nasi gemuk juga dijumpai di beberapa acara penting yang ada di tengah masyarakat. Misalnya, makanan tradisional khas Jambi ini juga umum dijumpai saat ada acara khatam Al-Qur’an, kenduri pernikahan, hingga syukuran keluarga.

Penyajian nasi gemuk dalam beberapa acara ini membuat kuliner tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar makanan saja. Nasi gemuk juga bisa dimaknai sebagai simbol kebersamaan serta ungkapan rasa syukur dalam setiap penyajiannya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.