Jakarta, Arina.id—Jaringan Nahdlatul Ulama Kultural (Janur) mendorong ulama perempuan mendapat kesempatan menjadi anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, 27-31 Agustus 2026. Dua nama yang dinilai layak menjadi anggota AHWA adalah Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid.
Penggerak Janur Aan Anshori menilai komposisi AHWA semestinya tidak semata-mata ditentukan berdasarkan jenis kelamin, tetapi berdasarkan kapasitas keilmuan, integritas, keteladanan, pengabdian, pengaruh, serta kemampuan menjaga kemaslahatan jam’iyah.
“AHWA semestinya diisi berdasarkan kapasitas keilmuan, integritas, keteladanan, pengabdian, pengaruh, dan kemampuan menjaga kemaslahatan jam’iyah,” kata Aan dalam keterangan tertulis di Jombang, dilansir ANTARA, Jumat, 21 Agustus 2026.
Aan menyoroti mekanisme AHWA yang digunakan sejak Muktamar Ke-35 NU. Menurut dia, seluruh anggota AHWA yang terpilih selama ini merupakan laki-laki, sementara tidak terdapat ketentuan yang secara eksplisit menyatakan anggota AHWA harus laki-laki.
Baginya, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai keterwakilan perempuan. Lebih jauh, masuknya ulama perempuan dapat memperluas perspektif keulamaan dalam proses pengambilan keputusan tertinggi organisasi.
Sinta Nuriyah memiliki rekam jejak panjang dalam menyuarakan penghormatan terhadap martabat manusia, kesetaraan, dan kehidupan beragama yang inklusif. Istri Kiai Haji Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu juga pernah menjadi bagian dari kepengurusan Mustasyar PBNU dalam beberapa periode.
Sementara Machfudhoh Aly Ubaid dikenal melalui kiprahnya dalam pendidikan pesantren dan perjuangan NU. Putri Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah tersebut juga tercatat sebagai Mustasyar PBNU.
Aan menegaskan pemberian ruang kepada ulama perempuan di AHWA bukan sekadar persoalan keterwakilan berdasarkan jenis kelamin. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya memperluas perspektif keulamaan dalam menentukan arah organisasi.
“Sudah waktunya NU tidak hanya berbicara tentang pentingnya peran ulama perempuan, tetapi juga memberikan ruang nyata kepada mereka dalam forum strategis pengambilan keputusan organisasi, termasuk dalam sembilan anggota AHWA,” kata Aan.
PBNU akan menggelar Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.



Comments are closed.