Arina.id – Alam digital mengenalnya sebagai spyware atau perangkat lunak berbahaya (malware) yang disusupkan secara diam-diam di perangkat atau gadget Anda. Program teliksandi digital ini untuk memata-matai aktivitas Anda, mencuri data pribadi seperti kata sandi atau nomor rekening, kemudian mengirimkannya ke pihak lain tanpa izin. Hati-hati.
Dikutip dari Gizmodo, baru-baru ini, perusahaan raksasa teknologi Apple telah mengirimkan sinyal peringatan besar kepada para pengguna yang diyakini telah menjadi target spyware bayaran. Laporan TechCrunch mengungkap perusahaan tersebut mulai mengirimkan pemberitahuan terbaru kepada pengguna di 110 negara pada Kamis kemarin, 20 Agustus 2026.
Selain itu, sejumlah besar orang juga melaporkan menerima peringatan tersebut selama akhir pekan ini. Dalam laman pendukung yang diterbitkan minggu lalu, Apple menggambarkan serangan spyware bayaran sebagai kampanye sangat canggih, didukung oleh “sumber daya luar biasa” yang menargetkan sejumlah kecil orang tertentu dan perangkat mereka.
“Serangan spyware bayaran menelan biaya jutaan dolar dan seringkali memiliki masa aktif yang singkat, sehingga jauh lebih sulit untuk dideteksi dan dicegah,” demikian bunyi pengumuman perusahaan tersebut.
Apple menyatakan, jenis serangan ini secara historis terkait dengan pemerintah, kemudian menggunakan spyware dari perusahaan swasta seperti Pegasus milik NSO Group. Target serangan ini sering kali menyasar para jurnalis, aktivis, politisi, dan para diplomat.
Apple menyatakan telah mengirimkan pemberitahuan ancaman beberapa kali sejak 2021 dan telah memperingatkan pengguna di lebih dari 150 negara. Namun, pada putaran terbaru serangan mata-mata digital ini tampaknya berada pada skala yang berbeda.
Access Now, kelompok hak digital yang direkomendasikan Apple kepada pengguna tertentu ketika butuh bantuan, mengatakan kepada TechCrunch bahwa mereka menerima jumlah kontak yang mencapai rekor setelah peringatan terbaru dari Apple. Direktur kelompok tersebut, Mohammed Al-Maskati, mengatakan jumlahnya sekitar 30 hingga 40 persen lebih tinggi daripada biasanya.
Salah satu alasan peningkatan tersebut mungkin terkait perubahan cara Apple memperingatkan pengguna, sehingga peringatan tersebut jauh lebih sulit untuk diabaikan. Di sisi lain, mulai tahun ini Apple mulai menampilkan notifikasi ancaman langsung di layar kunci iPhone dan aplikasi Pengaturan, selain mengirimkannya melalui email dan menampilkannya di halaman Akun Apple pengguna.
Perusahaan teknologi yang didirikan Steve Jobs tersebut juga mencatat bahwa jenis pemberitahuan dapat bervariasi tergantung pada model gadget-nya dan versi perangkat lunak pengguna.
“Apple mendeteksi serangan spyware bayaran yang menargetkan iPhone Anda. Ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan sekarang untuk membantu melindungi data dan perangkat Anda,” demikian bunyi peringatan di layar kunci, menurut tangkapan layar di halaman dukungan Apple.
Ketika menerima salah satu peringatan ini tidak selalu berarti perangkat berhasil diretas. Apple mengatakan pemberitahuan tersebut adalah peringatan dengan tingkat kepercayaan tinggi bahwa pengguna telah menjadi target individu dan harus ditanggapi secara serius.
Jika spyware berhasil membobol sebuah perangkat, hal itu berpotensi memberi penyerang akses hampir lengkap ke informasi yang tersimpan di ponsel pengguna. Spyware seperti Pegasus telah digunakan untuk memata-matai ponsel target secara diam-diam , termasuk foto, dokumen, dan pesan terenkripsi.
Apple menyarankan siapa pun yang menerima peringatan agar segera mengaktifkan Mode Penguncian (Lockdown Mode), fitur keamanan yang membatasi fungsi telepon tertentu untuk mempersulit serangan. Misalnya, fitur ini memblokir sebagian besar jenis lampiran pesan, membatasi panggilan FaceTime masuk dari kontak yang tidak dikenal, dan membatasi beberapa fitur penjelajahan web.
Perusahaan tersebut juga merekomendasikan agar pengguna yang menjadi target spyware mencari bantuan ahli seperti Layanan Bantuan Keamanan Digital Access Now, yang menyediakan bantuan keamanan siber secara darurat. Hingga berita ini turun Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar.



Comments are closed.