Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Sampah Jakarta dan Pemenuhan Hak Anak

Opini: Sampah Jakarta dan Pemenuhan Hak Anak

opini:-sampah-jakarta-dan-pemenuhan-hak-anak
Opini: Sampah Jakarta dan Pemenuhan Hak Anak
service

Masalah sampah di Jakarta sudah bukan hanya soal kebersihan. Kondisinya makin memprihatinkan sudah meningkat menjadi masalah lingkungan, kesehatan, dan keadilan sosial. Pada 2025, rata-rata volume sampah dari Jakarta yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang mencapai 7.354 ton per hari. Total keseluruhan sampah ke sana mencapai 2,68 juga ton sepanjang tahun itu. . Dampak dari pengelolaan sampah yang belum tepat ini bukan hanya membahayakan TPST Bantar Gebang. Wilayah itu sudah berulang kali mengalami longsor sampah, bahkan sampai menelan korban jiwa. Selain di Bantar Gebang sendiri, di wilayah lain terjadi penyumbatan saluran air, sungai tercemar, banjir, kualitas udara memburuk, dan masih banyak persoalan lain. Satu contoh, di pesisir seperti Jakarta Utara, kondisi bisa lebih buruk lagi. Dengan karakteristik wilayah yang dekat dengan muara dan laut, penduduk jadi rentan mengalami banjir dan rob yang makin buruk dari waktu ke waktu. Bagi pemukiman padat di bantaran sungai, sering kali juga harus berhadapan dengan muara berisi sampah dari wilayah yang letaknya lebih tinggi. Puluhan anak muda bermain permainan kartu rumah minim sampah di gelaran piknik asyik bebas plastik di Cilandak, Jakarta Selatan. Foto : Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia Data dari Dinas Lingkungan Hidup Jakarta 2025 melaporkan, 60% sampah Jakarta berasal dari rumah tangga. Sayangnya, pemahaman dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah masih terbatas pada kumpul-angkut-buang. Mayoritas orang melihat sampah sebagai sesuatu yang berhenti dengan dibuang dan tidak memiliki nilai ekonomi. Jika masyarakat bisa mengelola mandiri sampah dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan memaksimalkan operasional fasilitas waste to energy (WtE). Pada…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.