Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Orang yang Ditagih Utang Jadi lebih Galak Ternyata Ada Alasannya Menurut Psikologi

Orang yang Ditagih Utang Jadi lebih Galak Ternyata Ada Alasannya Menurut Psikologi

orang-yang-ditagih-utang-jadi-lebih-galak-ternyata-ada-alasannya-menurut-psikologi
Orang yang Ditagih Utang Jadi lebih Galak Ternyata Ada Alasannya Menurut Psikologi
service

Jakarta

Bunda, beberapa dari kita mungkin pernah merasa kesal saat menagih utang. Kita juga bertanya-tanya, mengapa orang yang ditagih utang jadi lebih galak dibanding yang memberikan pinjaman.

Sikap tidak bertanggung jawab ini bahkan sudah kerap terjadi di lingkungan sosial kita. Perilaku tidak bertanggungjawab ini rupanya bisa dijelaskan dari sisi psikologi, Bunda.

Menurut psikologi, respon marah atau galak orang yang ditagih utang tidak muncul karena niat buruk. Di luar kepribadiannya, sikap tersebut muncul sebagai respons stres akibat tekanan akibat masalah keuangan, yang memengaruhi cara otak mengolah emosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika seseorang terpojok, merasa malu, dan harga dirinya terinjak karena ditagih utang, maka responsnya bisa sangat beragam. Salah satunya emosi dan memarahi orang yang meminjamkan uang atau barang.

Alasan seseorang jadi lebih galak saat ditagih utang

Simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

1. Stres finansial

Mengutip detikcom, keputusan untuk berutang dapat menyebabkan kecemasan finansial. Hal ini dapat memicu stres berkepanjangan dalam hidu, hingga pada gilirannya dapat memberikan dampak negatif. Termasuk dengan caranya merespon orang yang telah menolongnya memberikan utangan.

Bukan omong kosong, berdasarkan sebuah survei yang dilakukan di tahun 2021 oleh Student Loan Planner meneliti tren kesehatan mental pada 2.300 mahasiswa yang mempunyai pinjaman dengan nominal tinggi. Hasilnya, satu dari 14 responden, mengatakan bahwa mereka pernah berpikiran untuk mengakhiri hidup dalam usahanya melunasi utang.

Hal senada diungkap Psikiater dari IPB, yang menjelaskan mengapa respons orang yang ditagih utang jadi lebih galak.

LANJUTKAN MEMBACA KLIK DI SINI!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.