Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Panduan Persalinan bagi Ibu Pengidap HIV

Panduan Persalinan bagi Ibu Pengidap HIV

panduan-persalinan-bagi-ibu-pengidap-hiv
Panduan Persalinan bagi Ibu Pengidap HIV
service

Mubadalah.id – Usahakan mendapatkan pertolongan persalinan dari bidan atau dokter yang dapat dipercaya dan memahami kondisi Anda apabila Anda positif HIV.

Bila memungkinkan, rencanakan sejak jauh-jauh hari siapa yang akan membantu proses persalinan. Akan lebih baik lagi apabila sejak awal kehamilan Anda rutin memeriksakan kandungan kepada bidan atau dokter yang memiliki pemahaman tentang penanganan HIV.

Apabila tenaga kesehatan yang membantu persalinan mengetahui kondisi Anda, mereka dapat melindungi Anda, bayi, maupun dirinya sendiri dari berbagai risiko kesehatan selama proses persalinan maupun setelahnya.

Setelah persalinan selesai, bersihkan area kemaluan dua kali sehari menggunakan air bersih dan sabun yang lembut. Kenali berbagai tanda infeksi setelah melahirkan dan segera periksakan diri apabila muncul gejala-gejala infeksi.

Masa Menyusui

Virus HIV dapat menular kepada bayi melalui air susu ibu (ASI). Namun, hingga kini belum sepenuhnya diketahui mengapa penularan tersebut hanya terjadi pada sebagian bayi. Ada bayi yang tertular melalui ASI, sementara bayi lainnya tidak.

Ada dugaan, hal ini berkaitan dengan jumlah virus HIV yang terdapat dalam ASI. ASI dari ibu yang baru terinfeksi HIV atau yang telah memasuki stadium AIDS umumnya mengandung virus dalam jumlah lebih banyak.

Pilihan yang paling aman dan sehat bagi bayi adalah memperoleh ASI dari ibu menyusui lain yang sehat (ibu susu). Misalnya anggota keluarga atau teman yang memiliki persediaan ASI cukup untuk menyusui bayinya sekaligus bayi Anda.

Namun, apabila hal tersebut tidak memungkinkan, menyusui bayi sendiri tetap lebih baik daripada memberikan susu formula atau makanan bayi buatan pabrik.

Di banyak tempat, risiko diare dan kekurangan gizi pada bayi yang mengonsumsi susu formula justru lebih tinggi daripada bayi yang mendapatkan ASI, terutama selama enam bulan pertama kehidupannya.

Risiko diare dan infeksi umumnya akan berkurang setelah bayi berusia lebih dari enam bulan. Pada usia tersebut, bayi sudah dapat mulai menerima makanan pendamping.

Dengan cara ini, bayi tetap memperoleh manfaat ASI pada awal kehidupannya dengan risiko penularan HIV yang lebih rendah. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 380.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.