Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. PBNU Gandeng Perusahaan Taiwan Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis Teknologi

PBNU Gandeng Perusahaan Taiwan Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis Teknologi

pbnu-gandeng-perusahaan-taiwan-bangun-ekosistem-ekonomi-syariah-berbasis-teknologi
PBNU Gandeng Perusahaan Taiwan Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah Berbasis Teknologi
service

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan strategis jajaran direksi GeneTouch, perusahaan elektronik asal Taiwan yang bergerak di bidang produksi layar digital, pada Kamis (11/6/2026) di kantor PBNU Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama investasi sektor teknologi di Indonesia yang berjalan sesuai prinsip syariah melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU).

Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla, mengatakan kerja sama berskala besar ini diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi syariah berbasis teknologi tinggi.

“Mereka ingin bekerja sama dengan PBNU melalui Lakpesdam yang memang menangani proyek cukup besar, yaitu membangun ekosistem ekonomi syariah,” katanya.

Menurut Gus Ulil, kolaborasi tersebut akan diwujudkan dalam bentuk joint venture (usaha patungan) melalui pendirian perusahaan bersama. Salah satu proyek utamanya adalah memproduksi smart board (papan tulis pintar) untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran modern di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa PBNU tidak hanya memosisikan diri sebagai pasar atau sekadar menjual produk jadi dari Taiwan ke Indonesia. Target utama kerja sama ini adalah terjadinya alih teknologi dan pengetahuan (transfer of knowledge) yang dapat diserap kader-kader NU, mengingat kemajuan teknologi informasi di Taiwan yang sangat pesat.

“Sebetulnya hubungan dengan mereka sudah berlangsung beberapa waktu. Jadi ketika mereka datang ke sini, sudah ada pembicaraan sebelumnya. Antara lain, kita ingin memproduksi smart board untuk kebutuhan pembelajaran,” ujarnya.

Produk smart board yang akan diproduksi bersama ini diberi merek Maslaha Elektronik. Sebelumnya, produk tersebut telah dipamerkan pada peringatan Harlah NU di Istora Senayan, Jakarta. Saat ini, salah satu unitnya juga telah digunakan untuk menunjang kegiatan rapat di kantor PBNU.

“Mereka sudah memamerkan produknya dalam acara Harlah NU di Istora Senayan. Mereka membawa produknya itu, yakni Maslaha Elektronik,” katanya.

Gus Ulil menyampaikan bahwa pabrik manufaktur bersama ini ditargetkan mulai berdiri dan beroperasi pada 2027. Selain dipasarkan untuk kebutuhan ekosistem pendidikan NU, produk tersebut juga akan dijual secara luas ke pasar nasional dengan harga yang kompetitif.

“Insyaallah pabrik mulai berdiri pada 2027. Pasar utamanya tentu lingkungan NU, tetapi nantinya juga akan dipasarkan untuk masyarakat Indonesia secara luas,” ujarnya.

PBNU menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut Gus Ulil, proyek ini merupakan langkah baru yang cukup menantang karena menjadi pengalaman pertama PBNU terlibat langsung dalam industri manufaktur berskala besar.

“Kita deg-degan karena baru pertama kali memiliki kerja sama yang sifatnya manufaktur seperti ini, membuat barang secara langsung. Kita memang belum banyak pengalaman, tetapi insyaallah kita berharap kerja sama ini berjalan lancar,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, GeneTouch juga berencana membuka peluang bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk bekerja di Taiwan.

“Mereka akan membangun pabrik di sini, melakukan transfer of knowledge kepada kader-kader NU, dan juga ingin membawa anak-anak muda kita yang bertalenta untuk bekerja di perusahaan mereka di Taiwan,” paparnya.

Gus Ulil berharap kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada aspek perdagangan, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran dan alih teknologi bagi NU.

“Tidak sekadar menjual produk Taiwan ke Indonesia. Kita juga ingin mendapatkan transfer of knowledge karena Taiwan sangat maju dalam teknologi informasi. Dari sini kita berharap bisa belajar banyak hal,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi GeneTouch Taiwan dipimpin langsung oleh jajaran manajemen perusahaan, yaitu Chen Yuang Long (General Director), Chang Tsoutai (Sales Director), Jiang He Yuan (Chief Technology Officer), Li Chia Lin (Sales Manager), dan Pang Hsin Yu (Special Assistant).
 

Kontributor: Nisfatul Laila

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.