Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Gelar NASUHA, Kemenag Perkuat Transformasi KUA dan Peran Penghulu untuk Ketahanan Keluarga

Gelar NASUHA, Kemenag Perkuat Transformasi KUA dan Peran Penghulu untuk Ketahanan Keluarga

gelar-nasuha,-kemenag-perkuat-transformasi-kua-dan-peran-penghulu-untuk-ketahanan-keluarga
Gelar NASUHA, Kemenag Perkuat Transformasi KUA dan Peran Penghulu untuk Ketahanan Keluarga
service

Cirebon, NU Online

Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menyelenggarakan National Symposium of Penghulu and Ulama (NASUHA) 2026. Forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan, pengalaman, dan kebijakan untuk memperkuat transformasi Kantor Urusan Agama serta peran penghulu dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi mengatakan NASUHA 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan ulama, penghulu, penyuluh, akademisi, pesantren, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat resiliensi keluarga sakinah dan maslahah.

“Transformasi KUA tidak cukup berjalan secara administratif. Ia harus ditopang oleh gagasan keilmuan, pengalaman lapangan, rekomendasi kebijakan, dan kolaborasi umat,” ujar Ahmad Zayadi dalam Media Gathering pada rangkaian agenda NASUHA yang digelar di Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat, Rabu-Kamis (9-10/9/2026).

Menurut Zayadi, KUA hari ini tidak lagi cukup dipahami hanya sebagai kantor pencatatan nikah. KUA diarahkan menjadi simpul layanan keagamaan, pusat edukasi keluarga, ruang konsultasi masyarakat, sekaligus titik temu berbagai agenda pembangunan umat di tingkat kecamatan.

Ia menjelaskan, transformasi KUA dilakukan melalui penguatan tata kelola, standardisasi layanan, digitalisasi proses bisnis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Saat ini terdapat 5.917 KUA di seluruh Indonesia yang melayani masyarakat pada 7.277 kecamatan.

“Karena belum semua kecamatan memiliki KUA, pendekatan layanan harus semakin fleksibel. Kita dorong layanan lintas wilayah, borderless services, dan mobile service agar masyarakat tetap memperoleh layanan keagamaan secara mudah dan dekat,” katanya.

Zayadi menambahkan, salah satu langkah penting dalam penguatan tata kelola adalah penyusunan Standar Pelayanan dan Standar Operasional Prosedur untuk 48 jenis layanan KUA. Standardisasi ini diperlukan agar masyarakat memperoleh layanan yang mudah, terukur, tidak berbelit, dan akuntabel.

“Transformasi KUA bukan hanya soal bangunan fisik. Yang lebih penting adalah perubahan cara kerja, standar pelayanan, kualitas SDM, keterbukaan akses, dan kemampuan KUA memberi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain penguatan KUA, Zayadi menekankan pentingnya penguatan peran penghulu. 

Menurutnya, penghulu merupakan aktor utama dalam layanan pencatatan nikah dan pelayanan keperdataan Islam. Namun, peran penghulu saat ini tidak hanya administratif, melainkan juga edukatif, sosial, dan strategis.

Data per Agustus 2026 menunjukkan terdapat 11.775 penghulu secara nasional. Zayadi menilai kapasitas penghulu perlu terus dikembangkan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk kemampuan memberikan layanan akad nikah dalam bahasa asing seperti Arab, Inggris, Mandarin, Korea, dan bahasa lain yang relevan.

“Mobilitas warga semakin tinggi, perkawinan lintas negara semakin sering terjadi, dan layanan KUA harus mampu menjawab kebutuhan itu secara profesional,” ungkapnya.

Pada saat yang sama, lanjut Zayadi, penghulu juga perlu didorong kembali pada marwah historisnya sebagai figur ulama, penasihat keluarga, penjaga hukum Islam, dan pembimbing masyarakat.

“Penguatan penghulu tidak boleh hanya teknis administratif. Penghulu juga harus kuat dalam fikih munakahat, regulasi, komunikasi lintas budaya, literasi digital, dan kapasitas keulamaan,” jelasnya.

Transformasi KUA juga diperkuat melalui digitalisasi layanan nikah. Integrasi SIMKAH dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan atau SIAK telah memangkas proses layanan yang sebelumnya dapat memakan waktu satu sampai dua minggu menjadi sekitar satu hari kerja. Integrasi ini juga menyederhanakan alur layanan dan memperkuat verifikasi data secara real time.

Dalam penguatan ketahanan keluarga, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah memperluas layanan sejak hulu melalui BRUS, BRUN, dan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin. Layanan ini diarahkan untuk membekali remaja, calon pengantin, dan keluarga agar lebih siap secara mental, spiritual, sosial, ekonomi, dan relasional.

Hingga kini, penguatan SDM keluarga telah menghasilkan 782 fasilitator baru, terdiri atas fasilitator BRUS, Bimwin, literasi keuangan keluarga, konsultasi dan pendampingan keluarga, serta jejaring lokal KUA. 

Pengembangan konselor keluarga juga diarahkan menuju Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia agar layanan konsultasi keluarga memiliki kerangka kompetensi yang jelas dan terukur.

Zayadi berharap NASUHA 2026 dapat memperkuat arah transformasi KUA sebagai agenda layanan publik keagamaan yang berdampak.

“Melalui NASUHA, kita ingin KUA, penghulu, penyuluh, ulama, dan jejaring masyarakat bergerak bersama memperkuat keluarga sakinah-maslahah sebagai fondasi ketahanan sosial bangsa,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.