Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Pelantikan dan Muskerwil PWNU Aceh, 1.171 Kader Jadi Modal Penguatan Organisasi

Pelantikan dan Muskerwil PWNU Aceh, 1.171 Kader Jadi Modal Penguatan Organisasi

pelantikan-dan-muskerwil-pwnu-aceh,-1.171-kader-jadi-modal-penguatan-organisasi
Pelantikan dan Muskerwil PWNU Aceh, 1.171 Kader Jadi Modal Penguatan Organisasi
service

Banda Aceh, NU Online

Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal M. Ali (Abu Sibreh), menyampaikan bahwa hingga pertengahan 2026, PWNU Aceh telah mencetak 1.171 kader melalui berbagai jenjang pendidikan kader. Capaian tersebut menjadi modal strategis dalam memperkuat organisasi hingga ke seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Hal itu disampaikan Abu Sibreh saat memaparkan laporan kepengurusan dalam Pelantikan Pengurus PWNU Aceh Masa Khidmat 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Aceh, di Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Abu Sibreh, kaderisasi merupakan fondasi utama keberlangsungan Nahdlatul Ulama. Karena itu, selama masa kepengurusannya, PWNU Aceh terus mendorong pelaksanaan pendidikan kader secara berjenjang sebagai upaya mencetak sumber daya manusia yang memiliki kapasitas keilmuan, kepemimpinan, serta komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

“Organisasi yang besar hanya akan tetap kokoh apabila memiliki kader yang berkualitas. Karena itu, kaderisasi menjadi prioritas yang terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di tingkat wilayah, PWNU Aceh telah menyelenggarakan 11 angkatan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU), 1 angkatan Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU), serta 1 Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW) PD-PKPNU.

Sementara itu, di tingkat cabang, telah terlaksana 19 angkatan PD-PKPNU di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Program tersebut melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari kalangan pesantren, akademisi, tokoh masyarakat, hingga profesional.

Dari keseluruhan proses kaderisasi tersebut, jumlah kader yang telah mengikuti pendidikan mencapai 1.171 orang, terdiri atas 1.002 kader laki-laki dan 169 kader perempuan. Data tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi warga Nahdliyin dalam mengikuti proses kaderisasi yang menjadi syarat penting dalam penguatan organisasi.

Selain kuantitas, Abu Sibreh juga memaparkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki kader NU Aceh. Berdasarkan tingkat pendidikan, terdapat 8 Guru Besar atau Profesor, 110 lulusan Magister (S-2), 339 lulusan Sarjana (S-1), 6 lulusan Diploma III, 427 alumni pondok pesantren, 148 lulusan SMA/MA, dan 18 lulusan SMP/MTs.

Ia menilai komposisi tersebut menjadi kekuatan tersendiri karena mempertemukan kalangan akademisi dan pesantren dalam satu gerakan organisasi yang sama.

Sebaran kader juga terus berkembang di berbagai daerah. Beberapa kabupaten dengan jumlah kader yang cukup besar antara lain Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Nagan Raya. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa gerakan kaderisasi NU semakin menjangkau hingga tingkat cabang dan ranting.

Abu Sibreh berharap capaian tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan PWNU Aceh masa khidmat 2026–2031 untuk terus memperluas kaderisasi di seluruh Aceh. Dengan keberadaan instruktur hasil PIW PD-PKPNU serta kader menengah lulusan PMKNU, proses pengkaderan diyakini akan berlangsung lebih sistematis, berkelanjutan, dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin NU yang memiliki integritas, kapasitas, serta dedikasi dalam mengabdi kepada organisasi, agama, bangsa, dan masyarakat.

Pelantikan dan Muskerwil PWNU Aceh sendiri menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan dan program strategis lima tahun ke depan guna memperkuat peran Nahdlatul Ulama di Aceh dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.