Arina.id – Kabar mengejutkan datang dari salah satu klub sepak bola elite Inggris, Liverpool. Mohamed Salah dikabarkan bakal meninggalkan The Red Devils pada akhir musim ini, dan dengan demikian, akan mengakhiri periode dalam sejarah klub yang memberikan kesuksesan luar biasa di berbagai bidang.
Pemain internasional Mesir itu mengkonfirmasi kepergiannya dalam sebuah video pribadi yang diunggah ke media sosial, setelah mencapai kesepakatan dengan klub untuk pergi dengan status bebas transfer pada musim panas ini. Kontraknya yang bernilai sekitar £500.000 per minggu masih tersisa 12 bulan.
Besarnya pencapaian Salah, salah satu pemain beragama Islam di EPL (English Premier League) itu sudah dimulai sejak ia tiba dari Roma pada 2017. Pencapaian Salah yang menjadi salah satu motor perubahan di Liverpool ini sungguh sulit untuk dijelaskan dalam beberapa kalimat saja. Ia adalah pencetak gol terbanyak ketiga klub dengan 255 gol dalam 435 penampilan, hanya di belakang dua legenda dari era sebelumnya — Ian Rush dan Roger Hunt.
Kmudian Salah juga telah memenangkan empat penghargaan Sepatu Emas Premier League, tiga trofi Pemain Terbaik PFA, dan membantu klub meraih setiap gelar domestik dan Eropa utama yang tersedia. Dalam video perpisahannya, Salah bersikap jujur dan tampak emosional. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan betapa dalamnya ikatan yang ia miliki dengan Liverpool ketika pertama kali tiba.
Salah menggambarkan kota, para pendukung, dan semangat klub sebagai hal-hal yang secara fundamental telah mengubahnya sebagai pribadi. Kata-kata penutupnya secara langsung merujuk pada lagu kebangsaan klub yang terkenal, sebuah isyarat disengaja dan sangat menyentuh hati para pendukung yang telah menyanyikannya untuk mengenang dirinya selama hampir satu dekade.
Musim terakhir ini membawa lebih banyak gejolak daripada musim-musim sebelumnya. Perselisihan publiknya dengan Arne Slot pada bulan Desember — di mana ia secara terbuka mempertanyakan kualitas hubungan kerja mereka — membuat masa depannya diragukan.
Ketika ia kemudian dicoret dari skuad untuk pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan kiat menguatkan spekulasi kepergiannya dari Anfield. Namun ia kembali, membangkitkan performanya, dan menunjukkan bahwa keualitasnya masih bisa bersaing dengan mencetak gol Liga Champions melawan Galatasaray, lalu menjadikannya pemain Afrika pertama yang mencetak 50 gol di kompetisi tersebut.
Liverpool mencatat bahwa Salah membuat keputusan untuk memberi tahu para pendukung lebih awal karena rasa hormat pribadi kepada mereka, dan memuji keterbukaannya selama proses tersebut.
Agennya juga telah mengkonfirmasi bahwa belum ada tujuan selanjutnya, yang telah memicu spekulasi intens di pasar transfer sepak bola global. Salah tetap menjadi salah satu atlet paling laris dan terkenal di dunia, dan antrean untuk merekrutnya kemungkinan akan panjang. Bagi Liverpool, pekerjaan untuk menemukan pengganti yang layak dimulai sekarang.





Comments are closed.