Sat,9 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Perkuat Penyuluhan dan Layanan Dakwah, PCNU Pidie Hadirkan Buku Suluh Samara

Perkuat Penyuluhan dan Layanan Dakwah, PCNU Pidie Hadirkan Buku Suluh Samara

perkuat-penyuluhan-dan-layanan-dakwah,-pcnu-pidie-hadirkan-buku-suluh-samara
Perkuat Penyuluhan dan Layanan Dakwah, PCNU Pidie Hadirkan Buku Suluh Samara
service

Pidie, NU Online

Upaya memperkuat kualitas dakwah dan pelayanan keagamaan terus dilakukan PCNU Pidie melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pidie.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui peluncuran buku Suluh Samara, karya yang lahir dari sinergi antara pengurus PCNU Pidie dan para penyuluh agama Islam di daerah tersebut.

Peluncuran buku ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda halal bihalal serta rihlah penyuluh agama di kawasan Agrowisata Kilo Nam Geumpang, Rabu (15/4/2026).

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penguatan komitmen dakwah berbasis literasi.

Ketua PCNU Pidie, Tgk Isafuddin, yang turut menjadi salah satu penulis, menegaskan bahwa kehadiran buku Suluh Samara merupakan bagian dari ikhtiar kolektif dalam meningkatkan kapasitas keilmuan penyuluh sekaligus memperkuat kualitas layanan dakwah di tengah masyarakat.

Menurutnya, tantangan dakwah saat ini menuntut pendekatan yang lebih sistematis, terarah, dan berbasis pengetahuan.

“Buku ini bukan sekadar karya tulis, tetapi menjadi panduan praktis dalam membina keluarga sakinah serta memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan dakwah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ulama muda yang juga menjabat sebagai Kasi Bimas Islam Kemenag Pidie itu menambahkan, kolaborasi antara PCNU Pidie dan Kemenag menjadi faktor kunci dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi program keagamaan.

Sinergi tersebut, lanjutnya, telah terbangun melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, hingga aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

Sementara itu, Kasi Penmad Kemenag Pidie, Saifuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PCNU Pidie dalam mengembangkan literasi dakwah. Ia menilai buku Suluh Samara menjadi bukti keseriusan penyuluh agama dalam meningkatkan kapasitas diri dan kontribusi bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan PCNU Pidie. Ini menunjukkan bahwa penguatan dakwah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus dilakukan secara kolaboratif,” ungkapnya.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi penting bagi para penyuluh dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PD IPARI Pidie, Mukhlisuddin, menyampaikan bahwa lahirnya buku Suluh Samara tidak terlepas dari semangat kebersamaan para penyuluh yang selama ini aktif dalam berbagai program sosial dan keagamaan.

Mukhlisuddin yang juga Ketua LKKNU PCNU Pidie menyebut, IPARI Pidie terus berupaya menghadirkan program-program inovatif, seperti Suluh Lapas, Suluh Disabilitas, Suluh Sikula, hingga Suluh Bina Rohani Pasien.

“Kolaborasi dengan PCNU Pidie dan Kemenag menjadi kekuatan utama kami dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, peluncuran buku ini menjadi simbol bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar dan ceramah, tetapi juga melalui karya tulis yang mampu menjangkau lebih luas dan bertahan lebih lama.

Dengan pendekatan literasi, pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih sistematis dan mudah dipahami.

Kegiatan ini juga dihadiri ratusan penyuluh agama, kepala KUA, serta berbagai unsur masyarakat yang turut mendukung penguatan peran penyuluh di Kabupaten Pidie.

Dengan hadirnya buku Suluh Samara, PCNU Pidie bersama Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan dan layanan dakwah, sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berdaya di tengah dinamika zaman.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.