Blitar (beritajatim.com) – Langkah strategis memperkuat lini pertahanan di wilayah Jawa Timur terus dikebut. Mulai akhir Juni ini, proyek pembangunan Batalyon Teritorial baru di kawasan hutan Brongkos, Kecamatan Kesamben Blitar, siap dikerjakan.
Batalyon Teritorial ini dirancang tidak hanya untuk memperkokoh keamanan teritorial nasional, tetapi juga diorientasikan guna mendorong roda perekonomian warga lokal.
Komandan Kodim (Dandim) 0808 Blitar, Letkol Inf Virlani Arudyawan, mengungkapkan bahwa lokasi proyek tersebut telah ditinjau langsung bersama Pangdam V Brawijaya. Pembangunan megaproyek ini akan dilakukan secara bertahap di atas lahan yang sangat luas.
“Untuk Batalyon Teritorial pembangunan dialokasikan seluas 53 hektar, sedangkan untuk markas Brigade seluas 40 hektar. Posisinya nanti akan saling berhadapan,” ujar Dandim saat dikonfirmasi pada Senin (1/05/2026).

Pembangunan tahap pertama ini ditargetkan rampung pada akhir Juli. Pada fase awal, infrastruktur yang akan digarap meliputi empat barak prajurit, satu bangunan aula utama, serta fasilitas dapur umum. Segera setelah fase ini selesai, sekitar 500 personel TNI akan langsung diterjunkan ke lokasi.
Menariknya, pangkalan militer di Brongkos ini akan mengusung konsep pertahanan teritorial yang menyatu dengan masyarakat. Personel yang ditempatkan di pangkalan baru ini dibekali dengan berbagai kompi keahlian khusus yang siap menyokong kehidupan warga sekitar.
“Prajurit yang datang akan mengisi kompi teritorial pembangunan. Di dalamnya ada kompi produksi yang membawahi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, serta didukung oleh kompi kesehatan dan kompi konstruksi. Jadi, kehadiran TNI di sini adalah untuk membangun sarana prasarana yang membantu kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Dandim.
Rencana besar ini disambut hangat oleh masyarakat Blitar. Berdasarkan pemantauan di lapangan dan media sosial, warga melihat kehadiran pangkalan militer ini sebagai peluang emas untuk berkolaborasi dan meningkatkan kesejahteraan.
Dandim menambahkan, banyak warga yang sudah menyatakan ketertarikannya untuk terlibat aktif, mulai dari membuka usaha penunjang seperti kantin dan jasa laundry, hingga keinginan untuk menjadi pekerja proyek atau bergabung dalam koperasi unit desa yang terintegrasi dengan pangkalan.
“Kami sangat mempersilakan masyarakat untuk berkolaborasi. Pintu terbuka lebar untuk pekerja lokal dan keterlibatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Mengenai total nilai investasi proyek, regulasi dan penganggarannya dikelola langsung secara terpusat oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Secara geopolitik pertahanan, wilayah Blitar selama ini terbagi menjadi dua sektor. Sektor barat telah lama diperkuat oleh keberadaan Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yodha. Kehadiran pangkalan baru di Brongkos ini menjadi jawaban mutakhir untuk menyeimbangkan sekaligus memperkokoh sistem pertahanan total di wilayah Blitar sektor timur. (owi/but)




Comments are closed.