Sun,17 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Pernyataan Prabowo soal Dolar bisa Tambah Tekanan IHSG? Ini Kata Analis

Pernyataan Prabowo soal Dolar bisa Tambah Tekanan IHSG? Ini Kata Analis

pernyataan-prabowo-soal-dolar-bisa-tambah-tekanan-ihsg?-ini-kata-analis
Pernyataan Prabowo soal Dolar bisa Tambah Tekanan IHSG? Ini Kata Analis
service

KABARBURSA.COM – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan menjadi sentimen negatif tambahan bagi pasar saham. Kekhawatiran itu muncul ketika rupiah masih tertekan di level Rp17.600 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja mencatat penurunan 3,53 persen dalam sepekan.

Di tengah tekanan pasar yang masih tinggi, rupiah berada di kisaran Rp17.600 per dolar AS, sementara IHSG pada penutupan perdagangan terakhir Jumat, 15 Mei 2026 melemah 135,58 poin atau 1,98 persen ke level 6.723,32. Secara mingguan, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu telah turun sekitar 3,53 persen.

Analis pasar modal dari Traderindo, Wahyu Tri Laksono, menilai pernyataan Prabowo lebih bersifat komunikasi publik untuk menenangkan masyarakat ketimbang memberikan sinyal yang relevan bagi pelaku pasar.

“Pernyataan tersebut lebih kepentingan public relations soal pelemahan rupiah yang mengasumsikan lemahnya pemahaman masyarakat umum demi kepentingan status quo atau menenangkan masyarakat. Kurang berdasarkan kepentingan ekonomi investor,” ujar Wahyu kepada Kabarbursa.com, Ahad, 17 Mei 2026.

Menurut Wahyu, secara substansi pernyataan itu memiliki kemiripan dengan komentar Presiden sebelumnya mengenai pasar modal, termasuk pernyataan yang menyamakan saham dengan judi. Kedua pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan komunikasi yang menitikberatkan pada ekonomi akar rumput, tetapi cenderung menyederhanakan persoalan makroekonomi yang sebenarnya berdampak luas terhadap masyarakat.

“Jelas pelemahan mata uang rupiah berdampak luas terhadap masyarakat desa, terkait impor BBM, kedelai misalnya,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah dipicu oleh berbagai faktor eksternal seperti penguatan dolar AS, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, serta arus modal global yang terus mengalir ke Wall Street.

“Pelemahan USD memang banyak faktor penyebabnya, utamanya jelas sentimen global, seperti strong USD, isu geopolitik Iran, dan pelarian kapital ke AS atau Wall Street yang beberapa tahun terakhir meningkat tajam,” tuturnya.

Meski demikian, Wahyu menekankan komentar Prabowo bukan penyebab utama tekanan di pasar. Menurut dia, pelemahan IHSG dalam sepekan terakhir lebih banyak dipicu oleh perubahan komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Standard Index yang mendorong arus keluar dana asing dari sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Satu-satunya saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Small Cap Index adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), setelah turun klasifikasi dari MSCI Global Standard Index.

Sementara itu, 13 saham Indonesia yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index terdiri atas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Untuk perdagangan pekan depan, Senin, 18 Mei 2026, Wahyu menilai IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan ada kemungkinan karena sentimen itu. Ia menyebut level 6.745 sebagai area support penting. Jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi turun lebih dalam menuju 5.882.

“Level 6.745 adalah support kuat dan penting, low Juni 2025. Jika tertembus, maka support signifikan berikutnya adalah low April 2025 di 5.882,” ujar Wahyu.

Dalam kondisi seperti ini, investor disarankan untuk tetap rasional, memperbesar porsi kas, menghindari penggunaan margin, dan mencermati saham-saham berfundamental kuat yang mulai terkoreksi ke valuasi menarik. Saham berbasis ekspor dan emiten komoditas juga dinilai berpotensi diuntungkan dari pelemahan rupiah karena pendapatannya berbasis dolar AS.

Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan saat ia meresmikan Museum Ibu Marsinah dan peluncuran operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026 kemarin.

Prabowo dalam pidatonya menanggapi pelemahan rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.600 per dolar AS dengan menyatakan bahwa masyarakat di pedesaan tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari. “Rupiah begini, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Pangan aman, energi aman,” ujar Prabowo.

Ia juga menambahkan, yang paling merasakan tekanan kurs adalah pihak yang sering bepergian ke luar negeri dan pelaku usaha. Pernyataan tersebut memicu perhatian pelaku pasar karena dinilai memiliki pola komunikasi yang mirip dengan komentarnya sebelumnya terkait pasar modal, termasuk pernyataannya pada Desember 2024 lalu yang menyebut investasi saham bagi masyarakat kecil menyerupai praktik judi. Kemudian pasca komentarnya IHSG tambah koreksi.

Bagi sebagian investor, komentar seperti ini dikhawatirkan dapat memperkuat persepsi bahwa stabilitas pasar keuangan bukan prioritas utama pemerintah, meskipun faktor utama pelemahan rupiah dan IHSG tetap berasal dari tekanan global dan arus keluar dana asing.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.