Tue,1 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Raja Termuda di Dunia Meninggal Dunia di Usia 34 Tahun, Naik Takhta Sejak Usia 3 Tahun

Raja Termuda di Dunia Meninggal Dunia di Usia 34 Tahun, Naik Takhta Sejak Usia 3 Tahun

raja-termuda-di-dunia-meninggal-dunia-di-usia-34-tahun,-naik-takhta-sejak-usia-3-tahun
Raja Termuda di Dunia Meninggal Dunia di Usia 34 Tahun, Naik Takhta Sejak Usia 3 Tahun
service

Jakarta

Kabar duka datang dari negara Uganda. Penguasa tradisional Uganda yang dinobatkan sebagai raja termuda di dunia, Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, telah meninggal dunia pada usia 34 tahun.

Pria yang tercatat sebagai raja termuda yang memerintah menurut Guinness World Records itu tutup usia pada hari Kamis, 27 Agustus 2026. Dilansir People, Raja Oyo dikabarkan meninggal setelah sakit kritis dan menjalani perawatan di Amerika Serikat.

Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV menjadi raja Tooro di Uganda Barat, pada tahun 1995, atau ketika ia berusia 3 tahun. Raja Oyo naik takhta setelah ayahnya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Tooro, Calvin Armstrong Rwomiire Akiiki, mengumumkan kematian rajanya dalam sebuah pernyataan. Ia mengungkap kesedihan yang dialami keluarga Kerajaan dan rakyat atas kepergian sang raja.

“Ini adalah kehilangan yang tak terukur bagi Keluarga Kerajaan, rakyat Tooro, dan bangsa Uganda,” katanya.

“Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Tooro untuk tetap bersatu, tenang, dan berdoa selama masa yang sangat sulit ini.”

Rwomiire menyampaikan bahwa bahwa pengaturan pemakaman akan dilakukan pada waktu yang tepat. Sementara itu, identitas ahli waris sang raja akan diungkapkan secara resmi sesuai dengan tradisi dan adat istiadat Kerajaan Tooro.

Kerajaan Tooro menganut sistem turun-temurun dalam memilih rajanya. Akiiki mengatakan bahwa kelangsungan suksesi Kerajaan akan terjamin.

“Yang Mulia meninggalkan seorang Pangeran sebagai ahli warisnya, yang identitasnya akan diungkapkan secara resmi pada waktu yang tepat, sesuai dengan tradisi dan adat istiadat Kerajaan Tooro,” ujarnya.

Menurut The Daily Monitor, Rwomiire tidak menyebutkan secara spesifik penyebab kematian Raja Oyo. Namun sebelumnya, seorang menteri pemerintah Uganda mengklaim bahwa raja dalam kondisi kritis dan sedang mencari perawatan di AS.

Sosok mendiang Raja Oyo

Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV menjadi raja pada tahun 1995. Sepanjang masa kecilnya, pemerintahan kerajaan diawasi oleh sebuah dewan perwakilan yang terdiri dari anggota keluarga dan Presiden Uganda.

Pada saat Oyo berusia 18 tahun, kerajaan mengadakan penobatan secara resmi. Dikutip dari BBC, Raja muda itu sangat dihormati oleh rakyatnya, Bunda. Ia diketahui pernah mempromosikan berbagai isu seperti pemberdayaan pemuda, pendidikan, dan pelestarian iklim, serta kesadaran tentang HIV/AIDS.

Ia juga sempat meluncurkan kerangka pembangunan Visi Kerajaan Tooro 2045 untuk menjamin standar hidup yang lebih baik dan kemakmuran jangka panjang. Di luar tugas kerajaan, Oyo adalah penggemar sepak bola. Surat kabar The Independent melaporkan bahwa ia mendukung klub asal Inggris, Arsenal, dan sering menghadiri pertandingan Piala Amasaza di Tooro.

Guinness World Records mencatatnya sebagai raja termuda di dunia yang memerintah, dan ia memimpin lebih dari dua juta rakyat. Ia adalah raja ke-13 kerajaan tersebut setelah didirikan lebih dari 200 tahun yang lalu.

Seperti beberapa raja tradisional Uganda lainnya, raja tidak memegang kekuasaan politik tetapi memiliki pengaruh budaya yang cukup besar di negara yang dipimpin oleh presiden terpilih.

Lembaga tradisional terbesar dan paling berpengaruh di negara itu, Kerajaan Buganda, menyatakan turut berduka cita bersama rakyat Tooro menyusul kematian raja mereka. Kerajaan itu menyebutnya sebagai tokoh yang berharga bagi Uganda.

Hal yang sama juga disampaikan pihak Kerajaan Rwenzururu. Mereka turut berduka atas kehilangan besar ini yang dialami rakyat Tooro.

Demikian kabar terbaru dari raja termuda di dunia yang baru tutup usia.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.