Wed,2 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan

Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan

ciri-orang-yang-tidak-haus-validasi-dalam-hubungan
Ciri Orang yang Tidak Haus Validasi dalam Hubungan
service

Jakarta

Bunda, menjalin hubungan dapat membuat seseorang berharap mendapat perhatian, dukungan, dan pengakuan dari pasangannya. Namun, terlalu bergantung pada validasi dari orang lain justru dapat memengaruhi rasa percaya diri.

Orang yang memiliki harga diri kuat umumnya tidak menjadikan perhatian pasangan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan dan keyakinan terhadap diri sendiri.

Mereka mampu menemukan rasa percaya diri dalam diri tanpa harus selalu mencari pengakuan dari orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir The Economic Times, psikologi memiliki istilah untuk apa yang terjadi di balik permukaan yang tenang itu.

Kurangnya validasi eksternal bukan tentang kesombongan atau ketidakpedulian. Biasanya, hal itu berkaitan dengan bagaimana motivasi dan harga diri terstruktur secara internal.

Lantas, seperti apa ciri orang yang tidak haus validasi dalam hubungan? Yuk, simak beberapa karakteristiknya berikut ini.

Dilansir Your Tango, orang yang tidak membutuhkan validasi terus-menerus dalam hubungan biasanya memiliki ciri-ciri langka berikut ini:

1. Punya harga diri yang tinggi

Ketika seseorang punya harga diri yang tinggi, mereka memandang hubungan sebagai perpanjangan dari hidupnya, bukan sebagai seluruh dunianya.

Mereka tahu apa yang pantas didapatkan dan memastikan selalu menerima perlakuan terbaik. Kemungkinan besar, mereka juga tidak akan bertahan dalam suatu hubungan hanya demi kenyamanan, dan jelas tidak bergantung pada pasangannya untuk meningkatkan harga diri.

Sebaliknya, mereka bangga dengan diri sendiri, dan tidak mungkin mempertahankan pasangan hanya untuk mendapatkan pengakuan.

2. Percaya diri

Kepercayaan diri tidak selalu datang dengan mudah. Namun, beberapa orang memiliki rasa percaya diri secara alami.

Ini adalah sifat yang mereka warisi dan gunakan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang percaya diri tidak membutuhkan siapa pun untuk memberikan validasi. Mereka cenderung bangga dengan diri sendiri.

3. Tahu siapa dirinya

Ketika seseorang secara alami mengetahui siapa dirinya, mereka teguh pada nilai diri sendiri. Mereka tahu apa yang pantas didapatkan dan kemungkinan besar sedang memvalidasi diri sendiri daripada mencari perhatian itu dari pasangan.

Mengetahui siapa diri kita sangat berpengaruh terhadap harga diri, Bunda. Merasa bangga pada diri sendiri juga dapat membantu melihat hubungan sebagai sesuatu yang dapat dialami, bukan sebagai sesuatu yang dibutuhkan untuk merasa nyaman dengan diri sendiri.

4. Mereka mandiri

Terkadang, orang yang terlalu mandiri mungkin berpikir bahwa mereka tidak cocok untuk menjalin hubungan.

Alih-alih membiarkan orang lain turun tangan dan memberikan dukungan dalam hidupnya, mereka lebih memilih untuk menangani segala sesuatu sendiri.

Orang yang mandiri akan bangga dengan dirinya sendiri. Mereka tidak membutuhkan pengakuan dari orang lain, dan jika suatu hubungan berakhir, harga dirinya tidak akan ikut menurun.

5. Membutuhkan ruang

Berada sendirian dalam pikiran kita bisa menakutkan. Kehadiran orang lain memudahkan kita untuk menghindari hal-hal yang selama ini kita perjuangkan, Bunda.

Ketika seseorang mengambil ruang pribadi, mereka tidak membutuhkan validasi dari pasangannya. Mereka dapat fokus pada diri sendiri saat dibutuhkan.

6. Menjaga batasan yang sehat

Batasan sangat penting dalam sebuah hubungan. Tidak selalu mudah menemukan keseimbangan yang sehat.

Ketika seseorang menciptakan batasan yang kuat dalam hubungannya, mereka mungkin cenderung tidak mencari validasi eksternal untuk meningkatkan harga diri.

Seorang pekerja sosial klinis berlisensi, Yesenia Garcia, mengatakan kesalahpahaman terbesar tentang batasan adalah anggapan bahwa batasan itu negatif, seolah-olah menetapkannya menciptakan pemenang dan pecundang.

Pada kenyataannya, batasan justru melakukan hal sebaliknya, batasan memupuk hubungan yang lebih dalam dengan orang lain dan diri sendiri.

7. Dapat mengendalikan emosi dengan baik

Emosi dapat mengendalikan hidup setiap orang. Alih-alih bergantung pada orang lain, mengatur emosi sendiri dapat memungkinkan pertumbuhan sebagai individu tanpa memprioritaskan orang lain demi harga diri kita.

Nah, itulah beberapa ciri orang yang tidak haus validasi dalam hubungan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.