Lautan masih menyimpan jauh lebih banyak kehidupan daripada yang berhasil dipetakan manusia. Organisme berukuran sangat kecil, terutama yang hidup di celah terumbu karang atau menempel pada permukaan berlumut, kerap luput dari pengamatan bahkan oleh penyelam berpengalaman sekalipun. Sebuah temuan terbaru dari perairan Taiwan menjadi contoh nyata betapa banyak spesies laut yang sebenarnya sudah lama ada, namun baru teridentifikasi karena ukurannya yang ekstrem kecil. Seekor siput laut tanpa cangkang berukuran kurang dari 3 milimeter, lebih kecil dari sebutir beras, resmi diidentifikasi sebagai spesies baru setelah ditemukan di perairan utara Taiwan. Spesies bernama Thecacera sesama ini menjadi anggota ketujuh dari genus Thecacera, yang selama hampir 200 tahun hanya diketahui memiliki enam spesies dengan ukuran jauh lebih besar, berkisar antara 1,3 hingga 2,5 sentimeter. Ilustrasi detail morfologi Thecacera sesama sp. nov., digambar tangan oleh C-L Lee. Skala: 1 mm. Sumber: Chan et al. (2026), ZooKeys 1279: 269-284. Penemuan ini bermula dari kejadian tak terduga pada 2019. Ho-Yeung Chan, penulis utama studi yang saat itu masih menempuh pendidikan sarjana, tanpa sengaja memotret hewan kecil bertotol hitam dan kuning saat menyelam rekreasi di perairan Keelung, Taiwan utara. Chan awalnya tidak menyadari bahwa yang ia temukan adalah spesies yang belum pernah tercatat dalam ilmu pengetahuan. Baru setelah ia menghubungi seorang ahli siput laut bernama Hsini Lin melalui Facebook, kemungkinan adanya spesies baru mulai mengemuka. Studi yang mengonfirmasi temuan ini kemudian dipublikasikan di jurnal ZooKeys, hasil kerja sama peneliti dari National Taiwan Ocean University, National Museum of Natural Science, dan National Taipei University of Education. Nama yang…This article was originally published on Mongabay
Setelah 200 Tahun, Spesies Siput Laut Baru Sebesar Biji Wijen Ini Baru Ditemukan
Setelah 200 Tahun, Spesies Siput Laut Baru Sebesar Biji Wijen Ini Baru Ditemukan





Comments are closed.