Mon,24 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Setelah 200 Tahun, Spesies Siput Laut Baru Sebesar Biji Wijen Ini Baru Ditemukan

Setelah 200 Tahun, Spesies Siput Laut Baru Sebesar Biji Wijen Ini Baru Ditemukan

setelah-200-tahun,-spesies-siput-laut-baru-sebesar-biji-wijen-ini-baru-ditemukan
Setelah 200 Tahun, Spesies Siput Laut Baru Sebesar Biji Wijen Ini Baru Ditemukan
service

Lautan masih menyimpan jauh lebih banyak kehidupan daripada yang berhasil dipetakan manusia. Organisme berukuran sangat kecil, terutama yang hidup di celah terumbu karang atau menempel pada permukaan berlumut, kerap luput dari pengamatan bahkan oleh penyelam berpengalaman sekalipun. Sebuah temuan terbaru dari perairan Taiwan menjadi contoh nyata betapa banyak spesies laut yang sebenarnya sudah lama ada, namun baru teridentifikasi karena ukurannya yang ekstrem kecil. Seekor siput laut tanpa cangkang berukuran kurang dari 3 milimeter, lebih kecil dari sebutir beras, resmi diidentifikasi sebagai spesies baru setelah ditemukan di perairan utara Taiwan. Spesies bernama Thecacera sesama ini menjadi anggota ketujuh dari genus Thecacera, yang selama hampir 200 tahun hanya diketahui memiliki enam spesies dengan ukuran jauh lebih besar, berkisar antara 1,3 hingga 2,5 sentimeter. Ilustrasi detail morfologi Thecacera sesama sp. nov., digambar tangan oleh C-L Lee. Skala: 1 mm. Sumber: Chan et al. (2026), ZooKeys 1279: 269-284. Penemuan ini bermula dari kejadian tak terduga pada 2019. Ho-Yeung Chan, penulis utama studi yang saat itu masih menempuh pendidikan sarjana, tanpa sengaja memotret hewan kecil bertotol hitam dan kuning saat menyelam rekreasi di perairan Keelung, Taiwan utara. Chan awalnya tidak menyadari bahwa yang ia temukan adalah spesies yang belum pernah tercatat dalam ilmu pengetahuan. Baru setelah ia menghubungi seorang ahli siput laut bernama Hsini Lin melalui Facebook, kemungkinan adanya spesies baru mulai mengemuka. Studi yang mengonfirmasi temuan ini kemudian dipublikasikan di jurnal ZooKeys, hasil kerja sama peneliti dari National Taiwan Ocean University, National Museum of Natural Science, dan National Taipei University of Education. Nama yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.