Ditulis oleh Desty Luthfiani •
KABARBURSA.COM –PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU yang dilakukan di Tokyo pada akhir Maret 2026.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari forum kemitraan strategis Indonesia dan Jepang yang turut disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Kerja sama tersebut mencakup penyediaan berbagai fasilitas pembiayaan, mulai dari akses pendanaan luar negeri atau offshore loan, pembiayaan tematik berbasis social loan, hingga pengembangan instrumen berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) seperti orange loan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan.
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan sektor jasa keuangan nasional.
“SMBC Indonesia turut bangga dapat mendukung upaya transformasi ekonomi Republik Indonesia yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan di bawah arahan Bapak Presiden,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Ahad, 12 April 2026.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan Pegadaian juga memanfaatkan jaringan global SMBC Group yang dipadukan dengan pemahaman lokal.
“Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti atas komitmen kami dalam mendukung institusi nasional PT Pegadaian melalui pemanfaatan kekuatan jaringan global SMBC Group dan keunggulan lokal dari SMBC Indonesia,” lanjutnya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak juga akan mengembangkan kerangka pembiayaan berkelanjutan, termasuk social loan untuk sektor dengan dampak sosial tinggi serta potensi pengembangan instrumen orange loan sebagai bagian dari pembiayaan berbasis ESG.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap inklusi keuangan dan penguatan ekosistem industri, termasuk pengembangan ekosistem emas yang menjadi salah satu fokus bisnis Pegadaian.
Selain itu, implementasi prinsip ESG dalam pembiayaan juga dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pelaku industri terhadap praktik keuangan berkelanjutan.
“Dukungan dan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang atas kerja sama ini sangat berarti,” ujar Henoch.
Di sisi pasar, saham BTPN ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Harga saham berada di level 2.000 per lembar atau naik 0,25 persen setara 5 poin. (*)





Comments are closed.