Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Technology
  3. SMP di Bali Ajarkan Coding dan AI, Bukti Pembelajaran Teknologi Bisa Ramah Anak

SMP di Bali Ajarkan Coding dan AI, Bukti Pembelajaran Teknologi Bisa Ramah Anak

smp-di-bali-ajarkan-coding-dan-ai,-bukti-pembelajaran-teknologi-bisa-ramah-anak
SMP di Bali Ajarkan Coding dan AI, Bukti Pembelajaran Teknologi Bisa Ramah Anak
service

Sumber: Dokumentasi ANTARA News / Nyoman Hendra Wibowo

Teknologi.id — Suasana kelas di SMP Sapta Andika, Denpasar, Bali, tampak berbeda dari sekolah lain. Alih-alih hanya belajar matematika, IPA, atau bahasa, para siswa di sekolah ini justru sibuk mengetik baris-baris kode program (coding) dan menjelajahi dunia kecerdasan buatan (AI) di depan komputer mereka.

Langkah ini menjadikan SMP Sapta Andika sebagai salah satu pelopor pembelajaran berbasis teknologi ramah anak di Bali, yang berfokus pada kreativitas, logika berpikir, serta nilai etika digital.

Baca juga: GPT-5: AI Canggih yang Bisa Bikin Aplikasi Web dari Nol Cuma dengan Perintah Teks!

Belajar Coding Sejak SMP, Serasa Main Game Sendiri

Pada Kamis (2/10/2025), ruang komputer SMP Sapta Andika dipenuhi semangat belajar. Di sana, seorang guru menjelaskan cara membuat program sederhana dengan bahasa pemrograman Python. Di layar komputer para siswa, muncul kode berwarna-warni yang menggerakkan karakter animasi hasil karya mereka sendiri.

“Awalnya saya kira coding itu susah, ternyata seru! Rasanya kayak main game, tapi kita yang buat gamenya sendiri,” ujar Made, siswa kelas VIII, sambil tersenyum bangga.

Selain coding, siswa juga belajar AI dasar melalui proyek mini seperti chatbot dan sistem rekomendasi sederhana. Semua materi dirancang agar sesuai dengan usia remaja, dengan bimbingan guru yang telah dilatih khusus.

Sekolah Ramah Anak di Era Digital

Kepala Sekolah SMP Sapta Andika, I Gusti Ayu Sriani, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan tetap menjunjung prinsip ramah anak dan etika digital.

“Kami ajarkan anak-anak bukan hanya menggunakan teknologi, tapi juga bagaimana bersikap bijak, menghormati privasi, dan menjaga etika di dunia digital,” ujarnya.

Sekolah menyediakan ruang digital learning dengan sistem keamanan siber ketat. Setiap siswa memiliki akun belajar yang diawasi guru dan orang tua, sehingga anak bisa bereksplorasi tanpa takut terpapar konten negatif.

Melalui metode project-based learning, siswa belajar sambil berkreasi. Hasilnya? Sudah ada beberapa karya inovatif seperti aplikasi pengingat belajar dan mini game edukatif bertema lingkungan.

Kolaborasi dengan Komunitas dan Startup Teknologi Bali

Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi antara sekolah, komunitas teknologi lokal, dan startup edukasi di Bali. Salah satunya adalah TechEdu Bali, yang melatih para guru agar mahir mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar.

“Guru harus duluan melek teknologi sebelum mengajarkannya ke anak-anak. Kami bantu agar guru bisa jadi mentor digital,” kata Wayan Darma, CEO TechEdu Bali.

Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali, yang menilai program ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi digital dan AI di sekolah menengah, guna mempersiapkan generasi muda menghadapi revolusi industri 5.0, di mana kolaborasi manusia dan mesin menjadi kunci.

Masa Depan Pendidikan Digital di Indonesia

Inovasi seperti yang dilakukan SMP Sapta Andika membuktikan bahwa digitalisasi pendidikan bisa dilakukan dengan cara yang humanis dan ramah anak.

Alih-alih membuat siswa ketergantungan pada gadget, teknologi justru dimanfaatkan untuk melatih berpikir kritis, berinovasi, dan berkolaborasi.

Menurut pengamat pendidikan digital, Dr. Dewa Wirawan, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia mulai bertransformasi menuju sistem pendidikan adaptif dan inklusif.

“Pendidikan digital bukan cuma soal gadget dan aplikasi. Ini soal menyiapkan anak untuk masa depan yang kompleks. Jika teknologi dipakai dengan nilai kemanusiaan, hasilnya akan luar biasa,” ujarnya.

Baca juga: Manusia Masih Unggul! Programmer Polandia Kalahkan AI di Lomba Coding 10 Jam

Menuju Generasi Cerdas dan Berdaya Saing Global

Melalui pendekatan yang menyenangkan, aman, dan bernilai, SMP Sapta Andika Bali berhasil menumbuhkan minat siswa pada teknologi sejak dini. Mereka tidak hanya belajar membuat program, tapi juga belajar berpikir sebagai problem solver masa depan.

Dari ruang kelas sederhana di Denpasar, bisa jadi akan lahir generasi muda yang menciptakan teknologi besar untuk Indonesia dan dunia.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(mo)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.