Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Stasiun Binjai, Peninggalan Kolonial yang Masih Eksis Sampai Sekarang

Stasiun Binjai, Peninggalan Kolonial yang Masih Eksis Sampai Sekarang

stasiun-binjai,-peninggalan-kolonial-yang-masih-eksis-sampai-sekarang
Stasiun Binjai, Peninggalan Kolonial yang Masih Eksis Sampai Sekarang
service

13 Juni 2026 23.18 WIB • 2 menit

Stasiun Binjai | WikimediaCommons/Fadhil Dimas Nabillah


Stasiun Binjai adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Jalan Ikan Paus, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara. Melalui situs resmi Dinas Pariwisata Kota Binjai, Stasiun Binjai berada di ketinggian +29,59 meter di atas permukaan laut.

Stasiun ini termasuk dalam wilayah Divisi Regional I Sumatera Utara dan Aceh. Saat ini, operasional dan pengelolaan stasiun berada di bawah naungan KAI Bandara. Stasiun ini memiliki lokasi yang sangat strategis karena letaknya bersebelahan dengan terminal bus Kota Binjai.

Stasiun Binjai yang sudah berusia uzur ini menjadi salah satu titik penting yang membantu mobilisasi masyarakat. Bahkan, stasiun legendaris ini dulunya juga merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan kawasan perkebunan dan pelabuhan di wilayah Sumatra Utara.

Sejarah Stasiun Binjai

Stasiun Binjai pertama kali dibuka untuk umum pada tanggal 1 Mei 1887 oleh perusahaan kereta api swasta Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Di awal pembangunannya, stasiun ini tidak dikenal dengan nama Binjai, tapi Stasiun Timbang Langkat. Namanya disesuaikan dengan nama daerah tempat stasiun itu berdiri.

Kawan GNFI, bangunan yang berdiri dan beroperasi sekarang ini sebenarnya adalah generasi kedua yang dibangun sekitar tahun 1920. Meskipun telah berusia lebih dari satu abad, stasiun ini masih mempertahankan gaya bangunan khas kolonial.

Nama “Timbang Langkat” konon digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum akhirnya resmi berganti nama menjadi Stasiun Binjai. Sejarah mencatat bahwa stasiun ini dahulu merupakan persimpangan penting bagi jalur kereta api yang menuju ke Besitang di utara dan jalur menuju Kuala.

Salah satu keunikan dari Stasiun Binjai dibandingkan stasiun-stasiun lain di Sumatera Utara adalah keaslian bangunannya. Stasiun Binjai tetap setia mempertahankan gaya bangunan kolonial aslinya sejak masa pembangunannya dahulu, yakni dengan gaya arsitektur Indische Empire alias arsitektur Indis. Arsitektur ini menggabungkan dua kebudayaan berbeda, yakni kebudayaan khas Eropa dan Melayu.

Tak hanya itu, berkat sejarah dan fungsinya, Stasiun Binjai ditetapkan sebagai salah satu situs Cagar Budaya. Hal ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Binjai Nomor 188.45-1236/K/Tahun 2021.

Secara teknis, Stasiun Binjai telah mengalami perubahan dari segi fasilitas. Dulu, emplasemen stasiun ini memiliki enam jalur kereta api. Akan tetapi, saat ini hanya tersisa tiga jalur saja.

Jalur 1 ditetapkan sebagai sepur lurus. Di area stasiun, pengunjung masih dapat melihat jejak-jejak operasional kereta api masa lalu, seperti sisa-sisa menara air dan sumurnya, serta corong air yang dulu difungsikan untuk menyuplai air ke lokomotif uap.

Layanan Kereta Api di Stasiun Binjai

Saat ini, layanan utama yang tersedia di Stasiun Binjai adalah kereta api Sri Lelawangsa. Kereta komuter ini melayani rute yang menghubungkan Kuala Bingai, Binjai, hingga Kota Medan. Namun, sekarang rutenya sudah diperpanjang hingga mencapai Bandara Internasional Kualanamu.

Perjalanan dari Medan menuju Binjai rata-rata memakan waktu sekitar 30 menit. Selain kereta api, akses transportasi didukung oleh bus Trans Mebidang koridor 1 yang menghubungkan Terminal Binjai dengan Pusat Pasar di Medan.

Disadur dari akun Instagram Divre I Sumut, @medankeretaapi, Stasiun Binjai terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, seperti angkutan kota, ojek online, dan akses yang mudah untuk kendaraan pribadi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.