Legenda Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara | Magnific AI
Legenda Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Legenda ini menceritakan tentang dua saudara yang mendapatkan perlakuan buruk dari ibu tiri mereka.
Bagaimana kisah dari legenda Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi tersebut? Simak kisah lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Legenda Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi, Cerita Rakyat dari Sulawesi Tenggara
Dinukil dari buku Cerita Rakyat Buton dan Muna di Sulawesi Tenggara, alkisah pada zaman dahulu hiduplah dua orang anak bersaudara. Kedua anak tersebut bernama Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi.
Mereka tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya. Sang ayah sangat menyayangi Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi.
Namun sayang, ibu tiri Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi sangat membenci mereka. Ada saja yang dilakukan oleh sang ibu untuk menyusahkan kedua anak itu.
Sehari-hari ayah Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi bekerja membuat sampan di hutan. Saat ayam mereka bekerja, Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi tinggal bersama ibu tirinya di rumah.
Ibu tiri tidak pernah memberi makan mereka. Sang ibu hanya menyuruh mereka tidur begitu saja.
Untuk mengelabui sang ayah, ibu tiri ini hanya mengoleskan sisa-sia ubi di mulut mereka. Dengan demikian, Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi terlihat sudah makan dan tertidur lelap.
Perilaku buruk ibu tirinya ini tidak pernah diketahui ayah Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi. Kedua bersaudara tersebut juga tidak pernah menceritakan apa yang mereka alami.
Pada suatu hari, ibu tiri Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi meminta mereka untuk mengantarkan makanan ayah di hutan. Ibu tiri Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi membungkuskan dua bungkusan untuk mereka.
Satu bungkusan berisi makanan untuk sang ayah. Sementara itu, satu bungkusan lagi boleh mereka makan.
Ibu tiri Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi juga memberikan arahan untuk menuju tempat sang ayah bekerja. Mereka mesti berjalan lurus menyusuri hutan dan tidak boleh berbelok di persimpangan.
Berangkatlah Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi mengantarkan makanan untuk sang ayah. Perjalanan ini sangat jauh karena mesti melewati tujuh bukit untuk sampai ke tempat sang ayah.
Di tengah perjalanan, Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi merasa kelaparan. Mengingat pesan ibu tirinya, Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi membuka bungkusan yang dikhususkan untuk mereka.
Namun sayang, bungkusan itu ternyata berisi kotoran. Alangkah sedihnya perasaan Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi atas perlakuan yang mereka terima.
Kedua saudara ini kembali melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan cukup lama, sampailah mereka di tempat sang ayah.
Pada awalnya, sang ayah mengajak mereka untuk makan bersama. Akan tetapi Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi berkata sudah kenyang, walau sebenarnya belum makan sedikitpun.
Setelah mengantarkan makanan, Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi pun kembali ke rumah. Sang ayah berpesan agar mereka mengikuti arah jalan yang ditunjukkan ibu tirinya.
Di tengah perjalanan, Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi menemukan persimpangan. Muncul keinginan dari mereka untuk melarikan diri dan tidak kembali ke rumah ibu tirinya.
Kedua saudara ini pun kemudian belok ke arah kiri. Di sana, dia melihat sebuah gubuk yang dihuni nenek tua.
Ternyata nenek tua itu adalah sosok jahat yang suka memakan anak-anak. Namun di sekitar gubuk tersebut banyak sekali hasil alam yang bisa dikonsumsi.
Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi pun muncul di hadapan sang nenek. Mereka berkata bersedia untuk dimakan.
Namun mereka sedang kelaparan dan tentu tidak nikmat jika dimakan nenek tua itu nantinya. Akhirnya nenek tua itu memberi makanan yang banyak untuk mereka.
Saat Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi makan, nenek tua ini kembali di perapian. Tanpa sadar, tiba-tiba Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi mendorong nenek tua itu ke perapian dan menemui ajalnya di sana.
Sejak saat itu, Wa Ngkause-use dan Wa Sambangi memutuskan untuk tinggal bersama di gubuk itu. Akhirnya kedua saudara ini hidup bahagia dan lepas dari belenggu ibu tiri mereka yang jahat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.