Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Studi Temukan Cara Mengetahui Waktu Persalinan Sudah Dekat Lewat Tes Darah

Studi Temukan Cara Mengetahui Waktu Persalinan Sudah Dekat Lewat Tes Darah

studi-temukan-cara-mengetahui-waktu-persalinan-sudah-dekat-lewat-tes-darah
Studi Temukan Cara Mengetahui Waktu Persalinan Sudah Dekat Lewat Tes Darah
service

Jakarta

Waktu persalinan yang sudah dekat biasanya ditandai dengan berbagai perubahan pada tubuh ibu hamil. Namun belakangan, para ilmuwan mendapatkan alternatif baru untuk memprediksi waktu persalinan yang sudah dekat, Bunda.

Dalam studi yang diterbitkan di Science Translational Medicine tahun 2021, para ilmuwan menganalisis sinyal imun dan sinyal biologis dalam sampel darah. Temuan ini meletakkan dasar untuk tes darah klinis yang dapat memberi tahu ibu kehamilan sehat dan cukup bulan seberapa dekat mereka dengan persalinan.

Metode ini mempersempit perkiraan waktu persalinan menjadi rentang waktu dua minggu. Para peneliti memperkirakan metode ini akan menjadi lebih akurat seiring dengan penyempurnaan tekniknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami menemukan transisi dari ‘kehamilan yang berkembang’ ke fase ‘pra-persalinan’ yang terjadi dua hingga empat minggu sebelum ibu melahirkan,” kata penulis utama studi, Ina Stelzer, PhD, dilansir laman Stanford Medicine.

“Kami telah mengidentifikasi cara baru menggunakan darah ibu untuk memprediksi kapan seorang ibu akan melahirkan. Prediksi ini tidak bergantung pada durasi kehamilan,” lanjutnya.

Hasil penelitian tentang tes darah dan prediksi waktu melahirkan

Studi ini mengikuti 63 perempuan selama 100 hari terakhir kehamilan mereka. Calon ibu memberikan sampel darah untuk dianalisis dua hingga tiga kali sebelum persalinan. Semuanya mengalami persalinan spontan atau tidak ada yang diinduksi secara buatan.

Setiap sampel darah lalu dianalisis untuk 7.142 fitur metabolisme, protein, dan imun sel tunggal. Data diplot terhadap jumlah hari sebelum persalinan saat setiap sampel darah diambil, untuk memastikan bahwa analisis tersebut sensitif terhadap sinyal persalinan yang akan datang.

Para peneliti kemudian mengidentifikasi, melalui pemodelan matematika. Mereka mencari fitur dalam darah yang paling baik dalam memprediksi waktu persalinan.

Saat memasuki fase pra-persalinan, darah para calon ibu menunjukkan lonjakan hormon steroid seperti progesteron dan kortisol, yang mengkonfirmasi temuan sebelumnya tentang biologi akhir kehamilan. Darah juga menunjukkan penurunan kadar dari faktor-faktor yang membantu pembentukan pembuluh darah, serta peningkatan kadar faktor-faktor untuk pembekuan darah, yang membantu mencegah kehilangan darah setelah persalinan.

Studi ini juga menemukan penyesuaian respons imun dalam peralihan menuju persiapan persalinan. Selain itu, beberapa protein plasenta juga meningkat.

Manfaat tes darah untuk deteksi waktu persalinan

Menurut studi dari Stanford University School of Medicine ini, pergeseran dari kehamilan yang sedang berlangsung ke fase pra-persalinan terdeteksi baik pada ibu yang mengalami kehamilan cukup bulan maupun yang melahirkan prematur. Sementara itu, perubahan pada biologi ibu pra-persalinan ditandai dengan perubahan kadar hormon steroid, faktor-faktor yang mengontrol pertumbuhan pembuluh darah dan pembekuan darah, serta sinyal pengaturan kekebalan tubuh.

“Tubuh dan fisiologi ibu mulai berubah sekitar tiga minggu sebelum persalinan yang sebenarnya dimulai. Ini bukan perubahan mendadak, ada persiapan yang harus dilalui oleh tubuh,” kata penulis studi dan profesor madya obstetri dan ginekologi di Stanford, Virginia Winn, MD, PhD.

Saat ini, para dokter memperkirakan tanggal kelahiran dengan menghitung 40 minggu dari hari pertama periode menstruasi terakhirnya. Dokter juga mempertimbangkan data USG tentang ukuran bayi untuk memperkirakan hari lahir, Bunda.

Meskipun rata-rata perempuan melahirkan sekitar usia 40 minggu, persalinan pada usia kehamilan 37 hingga 42 minggu masih dianggap normal. Nah, prediksi yang lebih tepat tentang kapan bayi akan lahir dapat bermanfaat, baik untuk perencanaan maupun alasan medis.

Salah satu manfaatnya dapat berkaitan dengan kemampuan untuk menguji apakah seorang ibu dengan kontraksi prematur berada dalam fase pra-persalinan. Pada kondisi tersebut, dokter akan terbantu untuk memutuskan langkah untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

Demikian temuan penelitian tentang cara memprediksi waktu persalinan sudah dekat dengan tes darah. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.