Thu,10 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tahu Digigit

Tahu Digigit

tahu-digigit
Tahu Digigit
service
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan

Buah “apel krowak”, Anda sudah hafal di luar kepala: itu lambang merek Apple. Tahu Digigit Yang saya baru tahu Senin kemarin adalah “tahu krowak”: ternyata itu lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang.

Nama aplikasinya sendiri singkat: Tahu Sumedang. Kalau Anda klik Tahu Sumedang itu akan muncul “dashboard” di layar Anda. Ada 29 menu di dashboard Tahu Sumedang. Mulai dari kas daerah, pendidikan, kesehatan sampai MBG.

Di menu kas daerah misalnya, Anda klik rinciannya. Klik lagi, infonya lebih rinci lagi. Sampai ke berapa uang masuk ke kas daerah hari itu. Berapa uang keluar hari itu. Rinci sekali. Uang keluar hari itu untuk belanja apa saja.

Di menu pendidikan juga sama: sampai ada berapa bangunan sekolah yang rusak berat. Di mana saja –sampai titik kordinatnya. Termasuk berapa guru yang pensiun hari itu.

Tahu Digigit

Setiap dapur MBG wajib unggah foto makanannya di dashboard Tahu Sumedang. Pihak sekolah juga wajib unggah foto makanan hari itu. Dengan demikian bisa dibandingkan antara foto makanan yang dikirim SPPG dengan foto kenyataan yang dikirim pihak sekolah.

MBG sangat tertolong di Sumedang. Tidak ada yang berani main-main. Diawasi langsung seluruh rakyat secara real time. Orang tua murid pun bisa langsung tahu anaknya makan MBG seperti apa hari itu.

Di menu kependudukan tersaji informasi hari itu siapa lahir, nama bayinya siapa. Lalu muncul akta lahir dan perubahan isi kartu keluarga. Bentuk dokumen itu barcode. Begitu barcode diklik akan muncul akta lahir dan kartu keluarga. Bisa disimpan di HP. Kalau mau bentuk cetakan bisa cetak sendiri.

Saya ke Sumedang Senin lalu. Saya diajak ke pusat komando di kantor bupati. Saya diminta melihat tampilan aplikasi Tahu Sumedang. Ideal sekali. Karena itu sudah banyak kabupaten lain belajar ke Sumedang. Sudah lebih 200 kabupaten.

“Mereka boleh meng-copy aplikasi ini,” ujar Dony Ahmad Munir, bupati Sumedang.

Dony berusia 52 tahun. Ia asli Sumedang. Ayahnya seorang kiai yang punya pesantren. Sang ayah minta anak pertamanya itu sekolah di pesantren.

Di Garut ada Institut Agama Islam Al Musaddadiyah. Di situ ada fakultas teknik industri. Dony kuliah tenik –tapi ayahnya tahunya ia sekolah di madrasah.

Tamat kuliah Dony dirayu untuk jadi calon anggota DPRD Sumedang. Usianya baru 23 tahun. Awalnya hanya untuk menggenapi daftar calon. Dony mau saja karena toh tidak mungkin jadi. Ia didaftarkan untuk caleg nomor 11. Padahal partai itu, di Pemilu sebelumnya hanya mendapat empat kursi.

Waktu itu masih pakai nomor urut –belum pakai suara terbanyak. Dalam proses pencalonan calon nomor 10 mundur. Nomor Dany naik ke 10. Waktu itu caleg juga harus menjalani screening. Harus melengkapi dokumen banyak sekali. Empat orang di atasnya mundur. Tidak mau ruwet. Jadilah Dony nomor 6. Itu pun masih tidak mungkin bisa terpilih.

Ternyata terpilih. Ada peristiwa politik nasional yang membuat suara PPP naik drastis. Dari empat kursi bisa dapat enam kursi. Anda sudah tahu peristiwa itu: Mega-Bintang. Dari situ Dony terpilih lagi untuk kali kedua. Lima tahun berikutnya terpilih untuk DPRD provinsi Jabar. Di pemilu lima tahun setelahnya terpilih untuk anggota DPR pusat.

Lalu Sumedang meradang. Terjadi pergantian bupati tiga kali dalam lima tahun. Salah satunya ditangkap KPK. Dony didaulat jadi bupati. Money politic belum seseru sekarang. Di periode kedua suaranya merosot drastis: tinggal dapat 49 persen. Tetap terpilih tapi jauh dari hasil survey yang hampir 70 persen. Itu lantaran ia tidak mau melakukan serangan fajar.

PPP memang kuat di Sumedang. Tapi secara nasional PPP hancur. Dony pun keliling ke kiai di Sumedang. Juga keliling ke pengurus partai tingkat kecamatan. Ia pamit dari PPP. Masuk Gerindra.

Meski cucu kiai besar di Sumedang, KH Mohamad Satibi, Dony jadi orang teknik dan akuntansi. Setelah lulus tehnik idustri ia kuliah S-2 manajemen keuangan di Unpad. Doktornya pun doktor akuntansi dengan disertasi tentang keuangan desa.

Latar belakang teknik dan akuntansi membuat programnya konkret. Dony punya motto sendiri. Dalam bahasa Sunda: Kadeleuk, Karampak, Karasa. Anda sudah tahu artinya: Terlihat, Teraba, Terasa.

Sebenarnya Sumedang punya produk besar lain: Cilembu –ubi Cilembu. Dony pilih ”tahu krowak” (tahu yang sudah dimakan sebagian di pojoknya) sebagai logo dashboard Sumedang daripada ketela Cilembu yang digigit.

Dony orangnya pendiam. Tapi hasil kerjanya kadeleuk, karampak, dan karasa. Dony ingin Sumedang tidak hanya menjadi pusat penge-”tahu”-an tapi juga pusatnya ilmu nyata reformasi birokrasi.(Dahlan Iskan)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.