Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Tarekat Syattariyah Nagan Raya Lebih Awal Berlebaran, PWNU Aceh Ajak Sikapi Perbedaan dengan Dewasa

Tarekat Syattariyah Nagan Raya Lebih Awal Berlebaran, PWNU Aceh Ajak Sikapi Perbedaan dengan Dewasa

tarekat-syattariyah-nagan-raya-lebih-awal-berlebaran,-pwnu-aceh-ajak-sikapi-perbedaan-dengan-dewasa
Tarekat Syattariyah Nagan Raya Lebih Awal Berlebaran, PWNU Aceh Ajak Sikapi Perbedaan dengan Dewasa
service

Nagan Raya, NU Online

Di tengah penantian umat Islam terhadap hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah, ribuan pengikut Tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah lebih dahulu merayakan Hari Raya Idul Fitri pada Kamis (19/3/2026).

Para jamaah juga melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari.

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, mengatakan bahwa penetapan 1 Syawal bagi pengikut Tarekat Syattariyah didasarkan pada metode hisab bilangan lima yang telah digunakan secara turun-temurun di wilayah tersebut.

“Metode ini sudah digunakan selama lebih dari 200 tahun di Nagan Raya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perbedaan dalam penentuan hari raya bukanlah hal baru, baik di tingkat daerah maupun nasional. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan dan saling menghargai.

“Di Nagan Raya ini sudah biasa, tidak ada masalah karena sudah berlangsung ratusan tahun. Ada yang menggunakan metode rukyat, ada yang hisab. Bahkan di tingkat nasional pun perbedaan sering terjadi,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, usai sidang isbat yang digelar Kementerian Agama, menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Penetapan tersebut menjadi acuan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idulfitri tahun ini.

Menanggapi perbedaan tersebut, Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali (Abu Sibreh), mengimbau masyarakat untuk menyikapinya dengan kedewasaan dan tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.

“Perbedaan dalam penetapan hari raya adalah bagian dari khazanah keilmuan Islam. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan dewasa dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat hendaknya saling menghormati perbedaan yang ada tanpa menimbulkan konflik di tengah kehidupan sosial.

“Jangan sampai perbedaan ini merusak ukhuwah. Kita harus saling menghargai karena tujuan kita sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT,” tambahnya.

Abu Sibreh juga mengajak umat Islam untuk tetap mengikuti ketetapan pemerintah sebagai acuan bersama dalam menjaga kesatuan umat, tanpa mengabaikan tradisi yang telah berkembang di masyarakat.

Dengan adanya perbedaan tersebut, ia berharap masyarakat tetap menjaga suasana kondusif serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

“Idul Fitri adalah hari kemenangan. Mari kita jaga persatuan dan saling menghormati agar kebahagiaan ini dapat dirasakan bersama,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.