Jakarta (ANTARA) – Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi Publik dan Massa (KPM) Molly Prabawaty menilai teknologi didorong membantu memperkenalkan fesyen dan wastra Indonesia hingga ke global.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kata Molly, turut memberikan dukungan melalui penguatan teknologi digital seperti komunikasinya terutama dengan memanfaatkan berbagai platform digital untuk mempromosikan kegiatan yang menampilkan karya desainer dan kekayaan wastra Nusantara.
“Melalui platform-platform digital ya mempromosikan kegiatan-kegiatan yang utamanya tadi mendorong agar fesyen Indonesia bisa ditingkatkan, bahkan dikenal sampai ke mancanegara, tentu melalui teknologi digital lah kalau kami itu seperti itu,” ujar Molly saat ditemui usai pembukaan gelaran BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, di Jakarta, pada Rabu.
Baca juga: IFW 2026 gaungkan mode Indonesia jaga keseimbangan tradisi dan inovasi
Dalam hal ini, Molly mencontohkan seperti acara gelaran mode Indonesia Fashion Week (IFW) dinilainya sangat baik sekali untuk mempromosikan utamanya fesyen. Komdigi, lanjut Molly, turut mendorong pemanfaatan teknologi digital dan media sosial agar karya para desainer serta produk fesyen Indonesia semakin dikenal baik di dalam negeri hingga pasar internasional.
“Utamanya dengan melalui teknologi digital, kemudian media sosial, diharapkan produk-produk unggulan fesyen Indonesia ini bisa dikenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri dan ada kemudahan tentunya dalam memiliki atau menggunakan busana-busana yang sesuai dengan masyarakat,” kata dia.
Baca juga: Kadin: Industri fesyen hingga farmasi jadi unggulan ekonomi syariah RI

Baca juga: Lakon Indonesia perluas koleksi untuk ikuti perkembangan pasar
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menggelar ajang fesyen BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 dengan tema “Ulos Simetria” yang menggaungkan industri mode Indonesia menjaga keseimbangan tradisi dan inovasi.
Gelaran mode BTN IFW 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2026 itu menghadirkan lebih beragam desainer dan tenant dari seluruh Indonesia dengan program mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan, dan kuliner dirancang untuk membangun ekosistem fashion nan kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga: JF3: Tren busana kasual masih akan dominasi fesyen Indonesia
Baca juga: JF3 ajak seluruh ekosistem bangun masa depan industri fesyen Indonesia
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.