Mon,20 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Viral Petani Pakai Paracetamol untuk Suburkan Tanaman Cabai usai Harga Pupuk Naik

Viral Petani Pakai Paracetamol untuk Suburkan Tanaman Cabai usai Harga Pupuk Naik

viral-petani-pakai-paracetamol-untuk-suburkan-tanaman-cabai-usai-harga-pupuk-naik
Viral Petani Pakai Paracetamol untuk Suburkan Tanaman Cabai usai Harga Pupuk Naik
service

Jakarta

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan tanggapan terkait viralnya petani yang menggunakan obat-obatan untuk pertumbuhan tanaman cabai. Dalam unggahan tersebut, penggunaan obat disebut berkaitan dengan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan bahwa penggunaan obat-obatan seperti paracetamol dan vitamin B kompleks untuk menyuburkan tanaman cabai tidak termasuk praktik yang dianjurkan dalam budidaya pertanian di Indonesia.

“Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang memadai yang menunjukkan bahwa paracetamol dapat meningkatkan produktivitas cabai secara konsisten, aman, dan ekonomis di tingkat lapangan. Oleh karena itu, praktik tersebut tidak dapat dijadikan acuan budi daya yang direkomendasikan,” ujar Agung, dikutip dari laman detikcom, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Kementan mengimbau petani untuk menggunakan pupuk, pestisida, serta zat pengatur tumbuh yang telah terdaftar secara resmi dan memiliki dasar ilmiah yang jelas, Bunda.

Sementara itu, penggunaan obat-obatan yang ditujukan untuk manusia, seperti paracetamol maupun vitamin B kompleks, hingga kini belum mendapatkan rekomendasi untuk diterapkan dalam budidaya tanaman cabai di Indonesia.

Kementan pastikan ketersediaan pupuk tetap aman

Menanggapi anggapan bahwa penggunaan obat-obatan pada tanaman cabai dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah, Agung mengakui bahwa pergerakan kurs memang dapat berdampak pada harga bahan baku yang digunakan dalam industri pupuk dan pestisida.

Meski demikian, pemerintah disebut terus berupaya menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian agar tetap dapat diakses oleh petani. 

“Fluktuasi nilai tukar memang dapat mempengaruhi harga sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida, tetapi pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah agar kebutuhan petani tetap terpenuhi,” kata Agung.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memastikan distribusi pupuk bersubsidi maupun pupuk komersial berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan petani.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, serta penerapan teknologi budidaya. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan atau input pertanian yang masih berasal dari impor.

Tidak hanya itu, Kementan turut mengajak petani untuk menggunakan pupuk dan pestisida yang telah terdaftar serta sesuai rekomendasi yang berlaku, Bunda. Di sisi lain, penyuluh pertanian juga terus dilakukan, sehingga petani dapat memperoleh teknologi budidaya yang tepat dan berbasis hasil penelitian.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.