Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi

17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi

17-kader-nu-diwisuda-di-al-ahgaff,-ketua-pcinu-yaman-torehkan-terobosan-filologi
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
service

Tarim, NU Online

Malam wisuda Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Yaman, pada Jumat (17/4/2026) menjadi catatan istimewa bagi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman. Dari ratusan wisudawan, sebanyak 17 kader NU resmi menyandang gelar sarjana, termasuk delapan pengurus inti PCINU Yaman.

Dalam momentum tersebut, perhatian juga tertuju pada capaian akademik Ustadz Juswandi, Ketua PCINU Yaman. Ia mencatatkan terobosan di bidang filologi dengan melakukan tahqiq terhadap naskah Ta’liqot Kanzur Raghibin karya gurunya, Syekh Muhammad bin Ali Al-Khatib.

Langkah ini terbilang tidak lazim, karena tahqiq umumnya dilakukan terhadap karya ulama yang telah wafat. Sementara itu, karya yang diteliti Juswandi merupakan tulisan ulama yang masih hidup.

Syekh Muhammad Al-Khatib dikenal luas sebagai ulama yang memiliki penguasaan mendalam terhadap Mazhab Syafi’i. Pengakuan tersebut juga disampaikan oleh ulama terkemuka, Syekh Amjad Rosyid.

Proyek tahqiq ini, menurut Juswandi, merupakan amanat dari Rektor Universitas Al-Ahgaff, Al-Habib Abdullah Baharun, yang mendorong agar karya tersebut diteliti demi kemaslahatan umat.

Juswandi mengaku tertantang menelaah manuskrip setebal dua jilid yang ditulis tangan langsung oleh Syekh Al-Khatib. Ia menilai, ketelitian sang guru dalam mengutip Matan Minhaj dari sumber yang paling sahih menjadi daya tarik tersendiri.

“Ini kesempatan langka. Beliau menulis sangat detail, bahkan memperbaiki kekeliruan dalam beberapa cetakan Matan Minhaj yang beredar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meneliti karya ulama yang masih hidup memberikan keunggulan tersendiri secara metodologis. Setiap bagian yang sulit dibaca dapat langsung dikonfirmasi kepada penulisnya.

“Jika ada bagian yang kurang jelas, saya bisa langsung bertanya kepada beliau. Hal ini memastikan akurasi hasil tahqiq,” jelasnya.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi PCINU Yaman. Selain aktif dalam organisasi, kader NU dinilai mampu menunjukkan kapasitas akademik yang kuat, khususnya dalam kajian literatur klasik Islam.

Juswandi berharap hasil tahqiq tersebut tidak berhenti sebagai karya akademik semata, tetapi dapat segera diterbitkan agar memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Kepulangan 17 wisudawan Nahdliyin dari Hadramaut diharapkan membawa misi keilmuan untuk disebarkan di Tanah Air, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan yang berakar pada sanad yang jelas dan otoritatif.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.