Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 3 dari 23 Orang Terinfeksi Hantavirus di Indonesia Meninggal Dunia, PDNU: Perlu Penanganan Serius

3 dari 23 Orang Terinfeksi Hantavirus di Indonesia Meninggal Dunia, PDNU: Perlu Penanganan Serius

3-dari-23-orang-terinfeksi-hantavirus-di-indonesia-meninggal-dunia,-pdnu:-perlu-penanganan-serius
3 dari 23 Orang Terinfeksi Hantavirus di Indonesia Meninggal Dunia, PDNU: Perlu Penanganan Serius
service

Jakarta, NU Online

Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 23 kasus Hantavirus di Indonesia dengan tiga kematian atau sekitar 13 persen kasus sepanjang 2024-2026 yang tersebar di sembilan provinsi.

Ketua Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama, dr Muhammad S Niam mengungkapkan bahwa penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia tersebut telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat dan membutuhkan penanganan serius.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas penularan Hantavirus berasal dari tikus dan celurut melalui urine, feses, saliva, gigitan, maupun debu yang telah terkontaminasi.

“Ditemukannya 23 kasus Hantavirus di Indonesia dengan tiga kematian harus menjadi warning. Penyakit yang penularannya melalui hewan seperti Hantavirus telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat yang perlu penanganan serius,” ujar Niam kepada NU Online pada Senin (18/5/2026).

Niam menegaskan bahwa kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional perlu segera diperkuat melalui tiga langkah krusial. Pertama, meningkatkan deteksi dini dengan memperkuat kewaspadaan klinisi terhadap gejala hantavirus yang hingga kini masih belum familiar bagi sebagian besar dokter layanan primer maupun masyarakat umum.

“Tanpa dugaan klinis yang baik, banyak kasus akan lolos dari surveillance,” katanya.

Kedua, ia menekankan pentingnya pemerataan fasilitas diagnosis penyakit. Menurutnya, pemeriksaan spesifik seperti PCR maupun serologi masih belum tersedia secara luas di berbagai daerah. Padahal alat tersebut sangat penting untuk memastikan diagnosis.

“Karena itu, perlu prioritas pengadaan alat di daerah dengan risiko tinggi terutama wilayah padat, sanitasi buruk, dan paparan tikus tinggi,” ujarnya.

Ketiga, Niam mendorong edukasi luas kepada masyarakat, khususnya kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi terpapar Hantavirus, seperti petani, petugas kebersihan, pekerja konstruksi, pengendali hama, hingga pembersih saluran air.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus dan menjaga kebersihan lingkungan.

Niam menyampaikan bahwa gejala awal Hantavirus memiliki kemiripan dengan berbagai penyakit infeksi lain sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis apabila kewaspadaan tenaga kesehatan tidak ditingkatkan.

“Karena banyaknya kemiripan gejala dengan banyak penyakit infeksi parasit lain pada fase awal penyakit maka tanpa kampanye kewaspadaan dini, kesigapan tenaga, dan pengadaan alat penentu diagnosis di fasilitas kesehatan pada daerah-daerah risiko tinggi, maka potensi keterlambatan diagnosis dengan segala akibatnya akan sangat besar,” katanya.

Niam mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mencegah penyebaran kasus lebih luas. Langkah tersebut antara lain menggalang kampanye kewaspadaan terhadap Hantavirus, mengusahakan ketersediaan alat laboratorium untuk penentuan diagnosis, meningkatkan program sanitasi dan kesehatan lingkungan.

“Memperketat pengawasan pekerja kebersihan di area berisiko tinggi, serta meningkatkan peran masyarakat melalui pelatihan deteksi dini dan pelaporan penyakit kepada petugas kesehatan,” imbuhnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.