Jakarta, Arina.id—Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia jelang fase puncak haji atau Armuzna disiapkan secara optimal. Penguatan layanan ini dilakukan untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menjelaskan, fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan bagi jemaah.
“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Oleh karena itu, layanan Konsumsi harus dipastikan berjalan dengan baik. Bagi kami, konsumsi tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat mendengarkan dengan tenang dan khusyuk,” ujar Maria dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.
Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jamaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta terpenuhinya standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.
Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Kemenhaj juga telah melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh makanan siap santap dapat terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan jemaah menuju Armuzna dimulai.
“Pengawasan dilakukan mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.
Maria mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi udara putih, makan tepat waktu, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.
“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti Arah petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” tandas Maria.





Comments are closed.