Mon,31 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. 39 Tahun Menanti! Rully Nere Berharap Piala Soeratin Kembalikan Talenta Papua ke Timnas!

39 Tahun Menanti! Rully Nere Berharap Piala Soeratin Kembalikan Talenta Papua ke Timnas!

39-tahun-menanti!-rully-nere-berharap-piala-soeratin-kembalikan-talenta-papua-ke-timnas!
39 Tahun Menanti! Rully Nere Berharap Piala Soeratin Kembalikan Talenta Papua ke Timnas!
service

31 Agustus 2026 22.24 WIB • 2 menit

Setelah penantian panjang, sepak bola usia muda di Tanah Papua kembali mendapatkan panggung. Piala Soeratin tingkat Provinsi Papua 2026 resmi digelar dengan mempertandingkan tiga kelompok usia sekaligus, yakni U-13, U-15, dan U-17.

Kembalinya kompetisi ini mendapat apresiasi besar dari legenda sepak bola Papua sekaligus mantan pemain Timnas Indonesia, Rully Nere. Baginya, Piala Soeratin Papua 2026 bukan sekadar turnamen untuk mencari juara, tetapi momentum penting untuk kembali membangun fondasi pembinaan sepak bola Papua.

“Sangat bagus karena sudah cukup lama kita tidak melihat kompetisi seperti ini berjalan secara rutin dan berjenjang. Dengan adanya Piala Soeratin U-13, U-15 dan U-17, anak-anak Papua kembali punya tempat untuk bermain, berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” kata Rully Nere saat dihubungi, Senin (31/8/2026).

Menurut Rully, keberadaan kompetisi yang berjenjang sangat penting bagi pemain muda. Mereka tidak cukup hanya berlatih di sekolah sepak bola atau akademi, tetapi juga membutuhkan pertandingan kompetitif agar kemampuan, mental, dan pengalaman mereka terus berkembang.

Berlangsung pada 8 September 2026

Piala Soeratin Papua 2026 resmi dibuka di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/8/2026). Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 8 September 2026.

Tahun ini, sebanyak 15 tim dari berbagai SSB dan akademi ambil bagian. Rinciannya, enam tim bertanding di kelompok U-13, tujuh tim di U-15, sementara U-17 diikuti dua tim.

Perluasan kelompok usia ini menjadi salah satu perubahan penting dalam penyelenggaraan Piala Soeratin Papua. Sebelumnya, kompetisi hanya mempertandingkan kategori U-13.

Rully pun memberikan apresiasi kepada anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, yang saat ini menjabat sebagai Plt Ketua Asprov PSSI Papua, karena mendorong kompetisi tersebut berkembang lebih luas.

“Apresiasi kepada Pak Arya. Meski statusnya Plt Ketua Asprov, dia memikirkan bagaimana membangkitkan sepak bola Papua. Ini bukan hanya soal menggelar turnamen, tetapi bagaimana anak-anak punya masa depan melalui sepak bola,” kata pria yang menjadi Advisor di Papua Football Academy.

39 Tahun Setelah Persiss Sorong, Mampukah Lahir Generasi Baru?

Ada alasan mengapa kembalinya Piala Soeratin terasa begitu penting bagi Rully Nere. Papua memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk sepak bola Indonesia.

Namun, Rully mengaku prihatin karena jumlah pemain asli Papua yang mampu menembus level Timnas Indonesia kini tidak sebanyak masa lalu.

“Saya sebagai pemain asli Papua, pernah bermain di Persipura dan Timnas, tentu sedih melihat kenyataan bahwa pemain-pemain Papua tidak sebanyak dulu di Timnas. Karena itu, dengan kembali digelarnya Piala Soeratin seperti ini, saya sangat menghargainya,” ujarnya.

Harapan itu semakin kuat jika melihat sejarah Piala Soeratin. Pada 1987, Persiss Sorong berhasil menjadi juara nasional setelah mengalahkan Persipas Pangkalpinang dengan skor 1-0.

Kini, 39 tahun setelah keberhasilan tersebut, Rully berharap kebangkitan Piala Soeratin Papua dapat menjadi awal lahirnya generasi baru. Bukan hanya untuk mengulang prestasi masa lalu, tetapi juga melahirkan pemain yang mampu bersaing di level nasional hingga Timnas Indonesia.

Menurutnya, pembinaan juga tidak boleh hanya berfokus pada pemain. Kualitas pelatih, wasit, match commissioner, hingga keberlangsungan SSB harus berjalan beriringan.

Rencana PSSI Papua meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan match commissioner melalui program sertifikasi dalam tiga bulan ke depan pun mendapat apresiasi. Begitu juga dengan kemudahan afiliasi SSB melalui skema pembayaran bertahap selama satu tahun.

Rully berharap dukungan tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan ikut menjaga agar kompetisi usia muda dapat berlangsung secara konsisten.

“Kompetisi ini bagus untuk ekosistem sepak bola Papua. Pelatih berkembang, wasit berkembang, SSB juga berkembang. Kalau semua berjalan bersama, saya yakin akan muncul lagi pemain-pemain Papua yang bisa bermain di level nasional bahkan Timnas,” pungkas Rully.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.