
Legenda Asal Usul Batu Gadang yang Jadi Nama Daerah di Padang Sumatra Barat | Pexels/Annelies Brouw
Batu Gadang merupakan salah satu daerah yang ada di Kota Padang, Sumatra Barat. Ada sebuah cerita rakyat yang berkembang di Sumatra Barat yang menceritakan tentang legenda asal usul Batu Gadang tersebut.
Konon situs ini bukanlah sekadar batu biasa saja. Ada kekuatan mistis yang dipercaya oleh masyarakat sekitar terkait keberadaan Batu Gadang tersebut.
Bahkan ada juga mitos dan kepercayaan lokal terkait keberadaan situs tersebut. Berbagai fenomena ini makin melengkapi nuansa mistis dari situs yang diambil namanya menjadi salah satu nama Kelurahan di daerah tersebut.
Lantas bagaimana pembahasan lebih lanjut terkait legenda asal usul Batu Gadang tersebut? Simak kisah lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Lokasi Batu Gadang
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal artikel, Batu Gadang merupakan salah satu daerah yang ada di Kota Padang, Sumatra Barat. Daerah ini menjadi salah satu kelurahan yang ada di pusat kota Sumatra Barat.
Secara administratif, Batu Gadang berada di bawah daerah administratif Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatra Barat. Daerah ini berada di dekat Pabrik Semen Padang yang menjadi sudah beroperasi sejak lama di daerah tersebut.
Legenda Asal Usul Batu Gadang
Ada sebuah legenda yang menceritakan tentang asal usul Batu Gadang. Jika dilihat dari segi bahasa, Batu Gadang bisa didefinisikan sebagai batu yang berukuran besar.
Definisi ini juga sesuai dengan kisah asal usul nama Batu Gadang tersebut. Sebab kisah yang menjadi inspirasi nama tersebut juga berkaitan dengan batu yang berukuran besar.
Disitat dari artikel Shintia Putri Melati dan Novia Juita, “Cerita Rakyat Legenda Asal-usul Nama Daerah Batu Busuak dan Batu Gadang yang terbit di Journal of Philology and Manuscripts, dikisahkan pada zaman dahulu daerah yang saat ini menjadi lokasi Batu Gadang belum dihuni oleh masyarakat. Daerah yang berada di bawah Bukit Karang Putih tersebut masih berupa hutan belantara.
Pada zaman dahulu, ada seorang ninik atau nenek moyang yang melakukan pengembaraan. Ninik ini berada dari daerah darek yang ada di dataran tinggi Bukit Barisan.
Ninik tersebut melakukan pengembaraan ke berbagai daerah. Suatu ketika, ninik ini sampai di lokasi yang saat ini menjadi wilayah Batu Gadang.
Sesampainya di sana, ninik tersebut memutuskan untuk beristirahat di atas sebuah batu besar. Dirinya juga meletakkan kakinya di atas batu tersebut.
Setelah beristirahat cukup lama, sang ninik memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Tanpa sadar, tapak kaki ninik tersebut meninggalkan bekas di atas batu itu.
Hal ini membuat Batu Gadang tersebut dianggap memiliki kekuatan mistis. Atas dasar ini pula daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Batu Gadang.
Mitos Terkait Batu Gadang
Selain menjadi nama wilayah, keberadaan Batu Gadang ini ternyata juga meninggalkan mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Bahkan situs Batu Gadang tersebut masih bisa dijumpai.
Dalam artikel tersebut dijelaskan jika situs ini sudah diberi atap. Selain itu ada juga beberapa ritual kepercayaan yang diselenggarakan di situs tersebut yang dikenal dengan nama “Pai ka Tampek.”
Biasanya orang-orang akan datang ke Batu Gadang untuk menunaikan janji tertentu. Misalnya, mereka akan pergi ke sana untuk menebus nazar dan membayarnya dengan membawakan makanan serta membakar menyan di sana.
Namun seiring berjalannya waktu, ritual ini tidak sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat begitu saja. Ritual kepercayaan yang dianggap musyrik atau menyekutukan tuhan tersebut membuat banyak masyarakat yang mayoritas beragama Islam tidak lagi menjalankan mitos itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor




Comments are closed.