Mon,31 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Asal Usul Batu Gadang yang Jadi Nama Daerah di Padang Sumatra Barat

Legenda Asal Usul Batu Gadang yang Jadi Nama Daerah di Padang Sumatra Barat

legenda-asal-usul-batu-gadang-yang-jadi-nama-daerah-di-padang-sumatra-barat
Legenda Asal Usul Batu Gadang yang Jadi Nama Daerah di Padang Sumatra Barat
service

31 Agustus 2026 17.00 WIB • 2 menit

Legenda Asal Usul Batu Gadang yang Jadi Nama Daerah di Padang Sumatra Barat | Pexels/Annelies Brouw


Batu Gadang merupakan salah satu daerah yang ada di Kota Padang, Sumatra Barat. Ada sebuah cerita rakyat yang berkembang di Sumatra Barat yang menceritakan tentang legenda asal usul Batu Gadang tersebut.

Konon situs ini bukanlah sekadar batu biasa saja. Ada kekuatan mistis yang dipercaya oleh masyarakat sekitar terkait keberadaan Batu Gadang tersebut.

Bahkan ada juga mitos dan kepercayaan lokal terkait keberadaan situs tersebut. Berbagai fenomena ini makin melengkapi nuansa mistis dari situs yang diambil namanya menjadi salah satu nama Kelurahan di daerah tersebut.

Lantas bagaimana pembahasan lebih lanjut terkait legenda asal usul Batu Gadang tersebut? Simak kisah lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Lokasi Batu Gadang

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal artikel, Batu Gadang merupakan salah satu daerah yang ada di Kota Padang, Sumatra Barat. Daerah ini menjadi salah satu kelurahan yang ada di pusat kota Sumatra Barat.

Secara administratif, Batu Gadang berada di bawah daerah administratif Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatra Barat. Daerah ini berada di dekat Pabrik Semen Padang yang menjadi sudah beroperasi sejak lama di daerah tersebut.

Legenda Asal Usul Batu Gadang

Ada sebuah legenda yang menceritakan tentang asal usul Batu Gadang. Jika dilihat dari segi bahasa, Batu Gadang bisa didefinisikan sebagai batu yang berukuran besar.

Definisi ini juga sesuai dengan kisah asal usul nama Batu Gadang tersebut. Sebab kisah yang menjadi inspirasi nama tersebut juga berkaitan dengan batu yang berukuran besar.

Disitat dari artikel Shintia Putri Melati dan Novia Juita, “Cerita Rakyat Legenda Asal-usul Nama Daerah Batu Busuak dan Batu Gadang yang terbit di Journal of Philology and Manuscripts, dikisahkan pada zaman dahulu daerah yang saat ini menjadi lokasi Batu Gadang belum dihuni oleh masyarakat. Daerah yang berada di bawah Bukit Karang Putih tersebut masih berupa hutan belantara.

Pada zaman dahulu, ada seorang ninik atau nenek moyang yang melakukan pengembaraan. Ninik ini berada dari daerah darek yang ada di dataran tinggi Bukit Barisan.

Ninik tersebut melakukan pengembaraan ke berbagai daerah. Suatu ketika, ninik ini sampai di lokasi yang saat ini menjadi wilayah Batu Gadang.

Sesampainya di sana, ninik tersebut memutuskan untuk beristirahat di atas sebuah batu besar. Dirinya juga meletakkan kakinya di atas batu tersebut.

Setelah beristirahat cukup lama, sang ninik memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Tanpa sadar, tapak kaki ninik tersebut meninggalkan bekas di atas batu itu.

Hal ini membuat Batu Gadang tersebut dianggap memiliki kekuatan mistis. Atas dasar ini pula daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Batu Gadang.

Mitos Terkait Batu Gadang

Selain menjadi nama wilayah, keberadaan Batu Gadang ini ternyata juga meninggalkan mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Bahkan situs Batu Gadang tersebut masih bisa dijumpai.

Dalam artikel tersebut dijelaskan jika situs ini sudah diberi atap. Selain itu ada juga beberapa ritual kepercayaan yang diselenggarakan di situs tersebut yang dikenal dengan nama “Pai ka Tampek.”

Biasanya orang-orang akan datang ke Batu Gadang untuk menunaikan janji tertentu. Misalnya, mereka akan pergi ke sana untuk menebus nazar dan membayarnya dengan membawakan makanan serta membakar menyan di sana.

Namun seiring berjalannya waktu, ritual ini tidak sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat begitu saja. Ritual kepercayaan yang dianggap musyrik atau menyekutukan tuhan tersebut membuat banyak masyarakat yang mayoritas beragama Islam tidak lagi menjalankan mitos itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.