Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 5 Kebiasaan Tidur yang Bisa Menjaga Otak Tetap Tajam hingga Usia Tua

5 Kebiasaan Tidur yang Bisa Menjaga Otak Tetap Tajam hingga Usia Tua

5-kebiasaan-tidur-yang-bisa-menjaga-otak-tetap-tajam-hingga-usia-tua
5 Kebiasaan Tidur yang Bisa Menjaga Otak Tetap Tajam hingga Usia Tua
service

Jakarta

Bunda, kebiasaan tidur yang membantu otak tetap tajam hingga usia tua ternyata tidak selalu sulit untuk diterapkan. Selain membuat tubuh lebih segar saat bangun, tidur yang cukup juga berperan penting dalam menjaga daya ingat, kemampuan berpikir, dan kesehatan otak dalam jangka panjang.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada fungsi otak.

Bahkan, orang dewasa paruh baya yang rutin tidur kurang dari enam jam setiap malam diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabar baiknya, menjaga kesehatan otak melalui tidur tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sebelum dan saat tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat sekaligus mendukung fungsi otak agar tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Dilansir health, berikut beberapa kebiasaan tidur yang dapat Bunda ikuti untuk menjaga kesehatan otak jangka panjang.

1. Memiliki jadwal tidur yang konsisten

Salah satu kebiasaan dasar yang paling penting adalah menjaga jadwal tidur yang konsisten. Penelitian menunjukkan bahwa tidur dan bangun sekitar waktu yang sama setiap hari dapat meningkatkan kualitas tidur, durasi tidur, dan fungsi otak di siang hari.

Hal ini juga dapat mengurangi risiko gangguan kognitif terkait tidur, seperti kurangnya konsentrasi dan fokus.

Saat menetapkan jadwal tidur, usahakan untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam untuk mendukung kesehatan otak yang optimal.

2. Prioritaskan cahaya pagi

Untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, cobalah untuk terpapar sinar matahari setidaknya 30 menit sebelum pukul 10 pagi.

Cahaya alami membantu mengatur ritme sirkadian, atau jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun dan produksi hormon seperti melatonin.

Ritme sirkadian yang teratur dapat membantu Bunda lebih mudah tertidur dan meningkatkan kualitas tidur, serta dapat meningkatkan suasana hati, tingkat energi, dan kewaspadaan sepanjang hari.

3. Batasi screen time

Scroll media sosial sebelum tidur mungkin memang sulit dilewatkan. Namun, cahaya biru yang dipancarkan oleh layar ponsel dapat merangsang otak dan menekan produk melatonin, sehingga menyulitkan untuk tertidur.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa screen time yang berlebihan di kalangan lansia mungkin berkaitan dengan peningkatan risiko penurunan kognitif. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari layar setidaknya 30-60 menit sebelum tidur.

Untuk mempermudah hal ini, pertimbangkan meninggalkan ponsel di ruangan lain pada malam hari. Bunda juga dapat mengatur batasan waktu pada aplikasi tertentu untuk mencegah aktivitas scroll media sosial.

4. Lakukan olahraga setiap hari

Aktivitas fisik harian penting untuk kesehatan tidur dan otak. Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak dan mendukung neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membentuk koneksi baru dan memperbaiki dirinya sendiri.

Bahkan aktivitas sedang seperti berjalan kaki atau bersepeda dapat memberikan efek positif pad waktu mulai tidur, kualitas, dan durasi tidur.

Para ahli biasanya merekomendasikan untuk melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya selama 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu.

Namun, hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, yang berpotensi membuat Bunda sulit tidur.

5. Menciptakan lingkungan tidur yang ideal

Untuk istirahat yang optimal, sebagian besar ahli menyarankan untuk menjaga kamar tetap gelap, tenang, dan sejuk. Bunda dapat mengatur suhu kamar berada di antara 20 dan 25 derajat Celsius.

Nah, itulah beberapa kebiasaan tidur yang dapat Bunda lakukan untuk menjaga otak tetap tajam hingga usia tua. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.