Jakarta –
Warna bukan sekadar soal selera, Bunda. Dalam psikologi, pilihan warna ternyata bisa berkaitan dengan karakter dan cara seseorang berpikir.
Menariknya, ada beberapa warna yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang memiliki pola pikir tajam. Psikologi warna dan pendiri ColorAnalysis, Michelle Lewis, mengatakan bahwa memahami psikologi warna pakaian bahkan dapat memberi kita keuntungan, terutama di tempat kerja.
“Lingkungan kerja adalah salah satu ‘lingkungan warna’ dengan risiko tertinggi yang dihadapi seseorang setiap hari dan dapat memengaruhi banyak orang,” kata Lewis, seorang ahli psikologi warna, analis warna bersertifikat, penulis, dan pendiri ColorAnalysis.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setiap interaksi, seperti pertemuan klien, presentasi, tinjauan kinerja, memiliki bobot, dan warna sudah berkomunikasi bahkan sebelum percakapan dimulai,” sambungnya, dilansir laman Parade.
Lewis mengatakan bahwa otak memproses warna sebelum bahasa. Oleh karena itu, warna pakaian sebenarnya dapat mengirimkan sinyal bahkan sebelum seseorang menjelaskan kualifikasi atau jabatannya ke orang lain.
Ada beberapa warna yang sering dikenakan dalam berpakaian pada orang pemikir tingkat tinggi. Berikut warna-warna yang dimaksud:
1. Biru
Penelitian secara konsisten mendokumentasikan bahwa warna biru melambangkan kepercayaan, kredibilitas, dan otoritas yang tenang. Studi tahun 2009 di jurnal Science menunjukkan adanya hubungan langsung antara warna biru dan kinerja kognitif yang kreatif, Bunda.
“Para pencinta warna biru secara alami mewujudkan orientasi yang sama,” ujar Lewis.
“Mereka berpikir sebelum berbicara, memproses sebelum bertindak, dan menciptakan lingkungan internal yang tenang di mana ide-ide dapat berkembang. Dalam konteks profesional, warna biru menandakan pemikiran yang tenang dan cermat. Itu merupakan kualitas yang membangun kredibilitas secara instan.”
2. Biru tua
Lewis mengatakan warna biru tua atau biru dongker juga sering dipakai oleh seseorang yang dikenal sebagai pemikir tingkat tinggi. Warna biru tua membawa efek warna biru, tetapi saturasi warnanya menambahkan sedikit kesan serius, yang menandakan bahwa seseorang dapat diandalkan dan kredibel.
“Biru dongker tua memperkuat otoritas warna biru,” kata Lewis.
“Dalam pekerjaan saya yang mendandani para eksekutif dan tokoh publik di depan kamera, biru dongker tua secara konsisten membangun kepercayaan dan loyalitas audiens lebih cepat daripada hampir semua warna lainnya.”
3. Hijau tua
Lewis menggambarkan hijau tua sebagai salah satu warna yang paling jarang digunakan dalam gaya berpakaian seorang profesional. Padahal, warna ini dapat menggambarkan seseorang sebagai pemikir tingkat tinggi.
Lewis merujuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa warna ini dapat mengurangi detak jantung dan stres, sehingga menghasilkan efek menenangkan pada orang-orang di sekitar.
“Dalam pekerjaan saya, warna hijau tua secara konsisten membangun kepercayaan audiens dengan cara yang terasa sangat hangat dan autentik. Orang-orang yang tertarik pada warna hijau memiliki kekuatan yang stabil di ruangan mana pun. Mereka dikenal baik hati, jernih, dan sangat peka terhadap orang-orang di sekitar,” ungkapnya.
4. Abu-abu
Secara spesifik, Lewis mengatakan bahwa warna abu-abu hangat atau abu-abu menengah bagus untuk menghilangkan respons emosional pada pemakainya. Warna ini mungkin dibutuhkan oleh para pemikir tingkat tinggi pada waktu-waktu tertentu.
“Misalnya, warna ini bisa diperlukan saat memutuskan PHK atau mencari cara untuk beradaptasi dalam krisis pekerjaan,” ujar Lewis.
“Warna ini tidak menimbulkan rangsangan warna, yang berarti tidak menciptakan gesekan persepsi sama sekali sambil mengkomunikasikan keseriusan dan objektivitas. Ini adalah padanan visual dari pikiran yang terorganisir dengan baik,” lanjutnya.
5. Hitam
Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan di American Psychological Association menemukan bahwa warna akromatik, seperti hitam, secara konsisten tidak menimbulkan respons emosional. Lewis mencatat bahwa warna ini memisahkan dirinya dari warna yang dapat menghasilkan perasaan positif atau negatif.
“Warna hitam memang menimbulkan persepsi tentang kecanggihan, keseriusan, dan efisiensi,” katanya.
“Para pemikir tingkat tinggi yang secara konsisten mengenakan pakaian hitam sering menggunakannya sebagai strategi kognitif. Mereka menghilangkan sepenuhnya keputusan pemilihan pakaian sehari-hari sehingga energi mental tetap terfokus pada hal yang penting.”
Demikian 5 warna yang sering dipakai oleh orang pemikir tingkat tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)





Comments are closed.