Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Dua Pegawai Laporkan Bos Restoran Korea di Surabaya, Diduga Alami Kekerasan Seksual

Dua Pegawai Laporkan Bos Restoran Korea di Surabaya, Diduga Alami Kekerasan Seksual

dua-pegawai-laporkan-bos-restoran-korea-di-surabaya,-diduga-alami-kekerasan-seksual
Dua Pegawai Laporkan Bos Restoran Korea di Surabaya, Diduga Alami Kekerasan Seksual
service

Surabaya (beritajatim.com) – Bos Son Ga Korean Family Restaurant Surabaya, SSY (64), dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh dua pegawainya karena dugaan kekerasan seksual. Informasi yang dihimpun, SSY dikabarkan telah pergi ke Korea Selatan pada 5 Agustus 2026 lalu, tepat sehari setelah laporan polisi dibuat.

Aksi dugaan kekerasan seksual itu dialami oleh MAS (28) yang bekerja sebagai sekretaris dan SU (24) yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di tempat tinggal SSY yang ada di kawasan Wiyung. Berdasarkan pengakuan kedua pelapor, terlapor SSY menggunakan relasi kuasa untuk menekan korban. Kepada MAS, SSY kerap meminta didampingi ketika bertemu dengan klien. Selama bertemu klien, MAS diduga dipaksa dan dicekoki minuman beralkohol hingga tidak berdaya.

Dalam posisi yang tidak berdaya akibat minuman keras, MAS diduga dilecehkan. Menurut pengakuan MAS, aksi itu terjadi berulang hingga membuat dirinya trauma. Sementara kepada korban SU, terlapor SSY juga diduga melakukan aksi kekerasan seksual di lingkungan rumah. Tempat di mana terlapor memiliki kekuasaan penuh.

Kasat Perlindungan Perempuan/Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual dengan terlapor SSY. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. “Iya sudah kami tangani. Masih penyelidikan ya, Mas,” kata Melatisari.

Sementara itu, pihak terlapor membantah adanya peristiwa tersebut. Namun, ia tetap menghargai dan berkomitmen mengikuti semua proses hukum.

“Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan kepada kami, klien membantah telah melakukan dugaan tindak pidana tersebut. Nanti keterangan detail akan disampaikan klien kami ke penyidik,” kata penasihat hukum SSY, Ben Hadjon.

Atas peristiwa ini, pihak Imigrasi telah mengeluarkan Surat Objek Perhatian Imigrasi (SOI) atas nama SSY. Namun, informasi yang dihimpun, SSY saat ini berada di Korea Selatan karena ibunya meninggal dunia. (ang/kun)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.