Mon,20 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 7 Penyebab Anak Susah Makan saat MPASI

7 Penyebab Anak Susah Makan saat MPASI

7-penyebab-anak-susah-makan-saat-mpasi
7 Penyebab Anak Susah Makan saat MPASI
service

Memperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada bayi adalah momen yang dinantikan. Namun, juga menjadi momen yang paling sering dikhawatirkan. Ya, tonggak perkembangan ini juga bisa disertai beberapa tantangan, Bunda.

Tantangannya tak lain dan yang paling umum adalah GTM (gerakan tutup mulut), yakni ketika bayi susah makan saat fase MPASI. Sebenarnya, wajar jika bayi menolak MPASI pertama kali (atau berkali-kali) saat mencoba MPASI baru, karena mereka hanya pernah mengonsumsi ASI atau susu formula.

Sebagai orang tua, kita jangan berkecil hati jika bayi menolak makanan pada awalnya. Beberapa bayi membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk mengembangkan rasa ingin tahu terhadap makanan. Terkadang dibutuhkan 10 kali percobaan atau lebih untuk membuat bayi mau makan makanan baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, kita perlu ketahui dahulu akar masalahnya. Pasti, ada beberapa penyebab yang membuat anak susah makan saat MPASI. Jangan buru-buru, lakukan secara perlahan dan jangan lupa konsultasikan dengan dokter spesialis.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut penyebab anak susah makan saat MPASI.

1. Jadwal makan yang berantakan

Dikutip dari Raising Children, jadwal makan yang berantakan bisa mencegah anak-anak mengenali sinyal lapar alami, yang menyebabkan penolakan makanan dan terus-menerus memakan camilan. Menetapkan waktu makan yang konsisten, meminimalkan gangguan, dan membatasi ngemil di antara waktu makan membantu mengatur nafsu makan anak dan menciptakan lingkungan makan yang terstruktur dan positif, Bunda.

Anak-anak berkembang dengan baik jika ada keteraturan. Jika waktu makan dan camilan berubah setiap hari, tubuh mereka tidak mengantisipasi kapan energi akan datang.

2. Ada refleks yang belum hilang

Jika Si Kecil menjulurkan lidah kecilnya pada sesendok pertama MPASI dan mendorong kembali makanan tersebut pada setiap gigitan berikutnya, maka ia mungkin belum mengatasi refleks mendorong lidahnya. Dilansir What to Expect, refleks yang dimiliki semua bayi sejak lahir ini menyebabkan bayi mendorong benda keluar dari mulutnya untuk menghindari tersedak.

Kurangi konsistensi makanan yang disajikan dengan ASI, susu formula, atau air putih. Kemudian cobalah menawarkan dia sedikit makanan dengan sendok atau ujung jari. Jika lidah kecilnya terus mendorong bubur, bahkan setelah beberapa kali mencoba, jangan menyerah. Si Kecil hanya memberi tahu bahwa dia belum siap untuk memulai MPASI.

3. Ketakutan

Beberapa anak susah makan MPASI setelah pengalaman makan yang menakutkan. Kejadian seperti tersedak, muntah berulang, atau prosedur medis invasif yang melibatkan wajah atau mulut dapat mengajarkan bayi bahwa makan tidak aman.

Tersedak, terutama ketika bayi belum siap secara perkembangan untuk tekstur tertentu atau ketika pemberian makan dilakukan terburu-buru atau dipaksakan, dapat sangat menyusahkan mereka untuk makan.

4. Masih kenyang

Jika bayi berpaling atau rewel setiap kali sendok didekatkan ke mulutnya, kemungkinan besar ia sedang tidak ingin makan, dan memberi tahu satu-satunya cara yang bisa dilakukannya.

Apa penyebab penolakan makan ini? Ada kemungkinan besar ia masih kenyang. Apa pun alasannya, jangan paksakan ya, Bunda. Ini juga akan memberinya kesempatan untuk mengembangkan insting lapar dan kenyangnya.

5. Rasa makanan yang tidak enak

Beberapa bayi susah makan MPASI setelah berulang kali terpapar rasa yang mereka anggap tidak menyenangkan atau terlalu kuat. Sensitivitas rasa pada bayi sangat bervariasi. Rasa pahit, bau yang kuat, atau makanan yang sangat berbeda dari susu dapat memicu ketidaknyamanan, terutama jika bayi belum siap secara perkembangan untuk MPASI. Ketika makanan dirasakan tidak enak, penolakan adalah respons perlindungan alami.

Jika makanan yang ditolak terus ditawarkan, bayi mungkin mulai mengaitkan makan dengan ketidaknyamanan atau stres. Seiring waktu, ini dapat meluas melampaui makanan tertentu hingga pengalaman makan itu sendiri, yang menyebabkan penolakan terhadap sendok, tekstur, atau waktu makan.

6. Makanan tidak terlihat menarik

Makanan yang terlihat menarik akan lebih mudah ‘disentuh’ anak. Bunda bisa sajikan potongan makanan berwarna cerah yang mudah diambil bayi, seperti potongan melon yang sangat matang, potongan kecil brokoli atau wortel kukus, atau potongan keju.

Selain itu, indra perasa bayi membutuhkan waktu dan latihan untuk terbiasa dengan tekstur dan rasa baru, jadi mungkin saja ia hanya terkejut dengan sensasi tersebut.

7. Sakit atau merasa nyeri

Makan MPASI bisa terasa tidak nyaman atau menyakitkan bagi beberapa bayi jika ada masalah medis yang mendasarinya. Rasa sakit dapat terjadi di mulut karena sariawan, infeksi, atau tumbuh gigi yang signifikan. Menelan mungkin terasa sakit jika bayi menderita esofagitis yang berhubungan dengan refluks asam atau alergi protein susu.

Ketidaknyamanan pencernaan, seperti sembelit kronis atau gastroparesis (pengosongan lambung yang tertunda), juga dapat menyebabkan bayi susah makan. Ketika bayi merasakan sakit, ia mungkin menolak MPASI sebagai respons perlindungan. Penolakan ini dapat dimengerti dan bukan perilaku yang wajar pada tahap ini.

Demikian beberapa penyebab anak susah makan atau mogok makan saat MPASI. Lakukan beberapa langkah untuk membuatnya mau makan, termasuk salah satunya mengganti menu makan, dan menyadari pola perkembangan anak yang belum matang. Semoga membantu!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.