Ringkasan:
-
Kebiasaan penumpang yang bermaksud baik dapat mempersulit kerja awak kabin dan protokol keselamatan, sehingga diharapkan perilaku tersebut dapat dipertimbangkan kembali.
-
Tindakan tertentu seperti mengambil tas untuk orang lain atau bangun pagi setelah mendarat dapat menimbulkan bahaya keselamatan dan penundaan.
-
Penumpang diimbau untuk berhati-hati dalam tindakan mereka, seperti membuang sampah selama layanan, untuk memastikan pengalaman penerbangan yang lebih lancar.
Bukan karena sebagian besar penumpang adalah penerbang yang buruk, namun beberapa kebiasaan membantu mereka hanya mempersulit situasi awak kabin. Perilaku kecil dapat menyabotase protokol keselamatan, menunda layanan, atau menyebabkan tekanan yang tidak beralasan, baik saat naik pesawat atau mendarat. Inilah 9 kebiasaan pramugari yang diharapkan agar diperhatikan kembali oleh para pelancong.
Mencoba Mengambil Tas Ke Tempat Sampah Atas Nama Orang Lain

Itu mungkin merupakan hal yang sopan untuk dilakukan, namun tidak selalu aman membawa barang bawaan yang berat. Ketika sesuatu terjatuh atau Anda terluka, maka itu berubah menjadi masalah keamanan. Awak kabin dilatih untuk mampu menghadapi situasi seperti itu dengan cara yang aman.
Bangkit Terlalu Cepat Setelah Mendarat

Melompat ke udara begitu pesawat mendarat tidak membuat segalanya menjadi lebih cepat. Hal ini menyebabkan kemacetan dan mungkin tidak aman jika pesawat sedang bergerak. Duduk sampai Anda mendapatkan barisan memastikan Anda menjaga ketertiban.
Melewati Sampah di Tengah Pelayanan

Membuang sampah saat menyajikan makanan atau minuman mungkin memperlambat mekanisme kru. Hal ini mungkin tampak efisien, dan memperlambat layanan serta menimbulkan risiko tumpahan atau kesalahan.
Saat Menekan Tombol Panggil Tidak Penting

Tombol panggil tidak boleh digunakan sembarangan seperti memesan jajanan tambahan sekarang. Penggunaannya yang berlebihan dapat menyebabkan awak pesawat terganggu oleh kebutuhan mendesak lainnya di dalam kabin.
Mengganti Kursi Tanpa Izin

Penumpang kadang-kadang berpindah ke kursi yang lebih baik dan berpikir bahwa itu tidak masalah. Namun, tempat duduk diatur dengan hati-hati agar aman, seimbang, dan dari segi logistik layanan, oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan kru sebelumnya.
Bins: Membuka Bins saat Turbulensi

Mencoba mengambil sesuatu di udara, terutama di udara yang bergejolak, sangatlah berbahaya. Benda dapat terjatuh dan cedera. Alasan kru disuruh duduk tidaklah sia-sia.
Selalu Suka Membawa Terlalu Banyak Barang Bawaan

Membawa ruang yang berlebihan pada bagasi jinjing dapat menyebabkan penundaan penerbangan dan membebani penumpang dan awak pesawat. Kurangnya ruang menyiratkan bahwa segala sesuatu harus diatur dengan cara yang paling efektif.
Sukarelawan untuk Melayani

Menjadi isyarat yang baik, dibutuhkan pelatihan dan koordinasi khusus untuk menyajikan makanan dan minuman. Bantuan orang yang tidak terlatih justru dapat menyebabkan keterlambatan atau bahkan kecelakaan.
Mengabaikan Demonstrasi Keselamatan

Penumpang tertentu tahu bahwa mereka telah menyaksikan semuanya sebelumnya, dan pengarahan keselamatan bukanlah cara untuk mengabaikannya. Pengetahuan tentang prosedur juga merupakan penentu perbedaan dalam situasi darurat.
Pemikiran Terakhir

Hal-hal yang beritikad baik belum tentu berarti perbuatan bermanfaat di lapangan. Melalui pengetahuan tentang cara kerja awak kabin, penumpang dapat mencegah kebiasaan tersebut dan membantu menjadikan penerbangan setiap penumpang lebih lancar, aman, dan menyenangkan.




Comments are closed.