Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Trump di WEF Davos: AS Tak Akan Gunakan Kekuatan Militer untuk Greenland

Trump di WEF Davos: AS Tak Akan Gunakan Kekuatan Militer untuk Greenland

trump-di-wef-davos:-as-tak-akan-gunakan-kekuatan-militer-untuk-greenland
Trump di WEF Davos: AS Tak Akan Gunakan Kekuatan Militer untuk Greenland
service

Arina.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland.

Hal itu ia sampaikan dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Rabu (21/1/2026), yang dihadiri para pemimpin negara, pembuat kebijakan global, dan tokoh bisnis internasional.

Trump mengaitkan isu Greenland secara langsung dengan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. Ia menyebut wilayah Arktik tersebut sebagai kawasan strategis yang tidak boleh dibiarkan tanpa perlindungan memadai, terutama di tengah meningkatnya ketegangan global antara Amerika Serikat, Rusia, dan China.

Ia mengaku semula tidak berniat membahas Greenland dalam pidatonya. Namun, Trump memilih menyampaikan sikap resminya untuk menghindari spekulasi dan persepsi negatif di tingkat internasional.

Trump menyampaikan rasa hormat kepada rakyat Greenland dan Denmark, namun menegaskan bahwa hanya Amerika Serikat yang mampu menjamin keamanan di kawasan itu.

Ia juga menyoroti kembali keterlibatan militer AS di Greenland pada masa Perang Dunia II, menyebut bahwa Denmark tidak mampu mempertahankan wilayah tersebut ketika diserbu oleh Jerman, sehingga Amerika harus turun tangan demi kepentingan bersama.

Trump menyebut Greenland sebagai “potongan es besar” yang saat itu berhasil diselamatkan dari musuh dan dikembalikan kepada Denmark setelah perang berakhir—sebuah keputusan yang kini ia anggap terlalu naif.

Meski bernada keras dalam narasi historis dan posisi militer AS, Trump secara eksplisit menyatakan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan bersenjata dalam upaya apapun untuk mengakuisisi Greenland.

“Saya tidak harus menggunakan kekuatan. Saya tidak ingin menggunakan kekuatan. Saya tidak akan menggunakan kekuatan,” katanya, menegaskan bahwa pendekatan militer bukan pilihan.

Ia mengakui bahwa banyak pihak mengira ia akan mempertimbangkan jalan paksa, namun menolak kemungkinan itu secara terbuka dalam forum internasional.

Trump juga menyampaikan bahwa ia mendorong dimulainya negosiasi segera untuk membahas kemungkinan akuisisi Greenland melalui jalur diplomatik.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas kawasan barat dari pengaruh kekuatan luar.

Ia menyebut Greenland sebagai bagian dari kepentingan nasional Amerika karena lokasinya yang berada di utara benua dan dekat dengan rute strategis militer serta pertahanan rudal.

Trump membantah bahwa dorongan terhadap Greenland semata-mata didorong oleh sumber daya alam seperti mineral langka. Menurutnya, nilai terpenting dari Greenland adalah posisinya yang belum dijaga dengan baik di tengah kompetisi global yang semakin tajam.

Dalam pidato yang juga menyinggung kritik terhadap aliansi NATO, Trump menyatakan bahwa Amerika selama ini telah membayar terlalu banyak untuk pertahanan kolektif. Ia mengklaim berhasil mendorong anggota NATO meningkatkan kontribusi mereka dari dua persen menjadi lima persen Produk Domestik Bruto, sebuah lompatan yang menurutnya membuktikan efektivitas tekanannya.

Ia menyebut beban pertahanan Greenland seharusnya juga dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif, namun pada akhirnya, hanya Amerika Serikat yang mampu dan bersedia melakukannya secara nyata.

Trump mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh dunia akan lebih aman jika Greenland berada di bawah perlindungan Amerika. Namun ia menutup kemungkinan konflik dengan menegaskan kembali bahwa segala upaya yang dilakukan akan berbasis negosiasi dan bukan konfrontasi.
 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.