Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Beijing respon enteng soal kritik Trump atas hubungan China-Inggris

Beijing respon enteng soal kritik Trump atas hubungan China-Inggris

beijing-respon-enteng-soal-kritik-trump-atas-hubungan-china-inggris
Beijing respon enteng soal kritik Trump atas hubungan China-Inggris
service

Beijing (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri China menyatakan negaranya siap bekerja sama dengan pihak mana pun selama saling menguntungkan sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kunjungan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke Beijing dan Shanghai.

“China siap meningkatkan kerja sama dengan negara lain dengan semangat saling menguntungkan untuk memberikan manfaat bagi rakyat semua negara,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (30/1).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut “sangat berbahaya” bagi Inggris untuk berbisnis dengan China saat menanggapi kunjungan Perdana Menteri Keir Starmer selama tiga hari ke China.

Komentar tersebut muncul setelah Starmer mengatakan hubungan Inggris dengan China berada dalam “kondisi yang baik dan kuat” usai pembicaraannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis (29/1).

Di Washington, saat menanggapi pertanyaan mengenai upaya Starmer menata ulang hubungan ekonomi dengan China, Trump mengatakan, “Yah, sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan itu.”

Menurut Guo Jiakun, kunjungan PM Inggris Keir Starmer ke China pada 28–31 Januari merupakan kunjungan pertama perdana menteri Inggris ke China dalam delapan tahun terakhir, sekaligus kunjungan pertama kepala pemerintahan dari negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang diterima China pada 2026.

“Kemarin, Presiden Xi Jinping bertemu dengan PM Starmer. Mereka sepakat mengembangkan kemitraan strategis komprehensif jangka panjang dan konsisten antara China dan Inggris, mengubah potensi besar kerja sama menjadi kemajuan nyata, serta membuka prospek baru bagi hubungan bilateral,” tambah Guo Jiakun.

Ia mengatakan kedua pemimpin sepakat membangun kemitraan iklim dan alam tingkat tinggi, melanjutkan dialog keamanan tingkat tinggi, serta menggelar putaran dialog kelembagaan baru tahun ini, termasuk dialog strategis China–Inggris, dialog ekonomi dan keuangan, serta pertemuan Komisi Ekonomi dan Perdagangan Gabungan China–Inggris.

“China akan memangkas tarif impor wiski Inggris dari 10 persen menjadi 5 persen, meningkatkan pertukaran antarmasyarakat dan budaya, memfasilitasi perjalanan lintas batas, serta menyambut baik kunjungan anggota parlemen Inggris ke China dan mempertimbangkan secara positif akses bebas visa bagi wisatawan Inggris,” ujar Guo Jiakun.

Baca juga: Perusahaan otomotif Chery akan dirikan kantor pusat Eropa di Inggris

Selama kunjungan tersebut, PM Li Qiang dan PM Keir Starmer juga menyaksikan penandatanganan 12 dokumen kerja sama antarpemerintah di bidang perdagangan dan pertukaran ekonomi, pertanian dan pangan, budaya, serta regulasi pasar, dan menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Inggris–China.

Kedua pihak juga akan menggelar pertemuan pertama kelompok kerja keuangan China–Inggris dan forum asuransi China–Inggris. PM Li Qiang dan PM Starmer turut menghadiri upacara penutupan pertemuan Dewan Bisnis Inggris–China.

“Perlu dicatat, PM Keir Starmer memimpin delegasi sekitar 60 perwakilan utama dari organisasi bisnis dan budaya Inggris. Dunia usaha kedua negara memiliki kepercayaan penuh dan menantikan kerja sama China–Inggris di masa depan,” kata Guo Jiakun.

Pemerintah China, lanjut Guo Jiakun, berkomitmen menyediakan lingkungan yang kondusif bagi perusahaan Inggris dan perusahaan asing lainnya untuk berinvestasi di China, serta berharap Inggris menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan China.

“Kami mencatat banyak warga Inggris menyampaikan secara daring bahwa China adalah teman dan mitra yang dapat dipercaya. Melalui kunjungan ini, China siap bekerja sama dengan Inggris untuk mengimplementasikan kesepakatan kedua pemimpin, mengelola perbedaan, saling menghormati, dan bersama-sama mengembangkan kemitraan strategis komprehensif jangka panjang dan konsisten,” tegas Guo Jiakun.

Terkait fasilitas bebas visa, Guo Jiakun mengatakan China masih akan mempertimbangkan secara positif akses bebas visa bagi wisatawan Inggris.

“Kami mencatat bahwa berbagai kalangan di Inggris menyambut hangat dan secara aktif menantikan kebijakan tersebut. Mengenai waktu penerapannya, informasi akan diumumkan setelah prosedur yang diperlukan diselesaikan oleh otoritas terkait,” tambahnya.

Setelah tiba di Beijing, PM Starmer juga dijadwalkan mengunjungi Jepang untuk bertemu PM Jepang Sanae Takaichi, yang saat ini memiliki hubungan kurang baik dengan China.

“Kami tidak berkomentar mengenai hubungan Inggris dan Jepang. Kami selalu berharap perkembangan hubungan antarnegara dapat membantu menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Guo Jiakun menanggapi rencana kunjungan tersebut.

Sejauh ini, kesepakatan yang dihasilkan dari kunjungan PM Starmer ke China mencakup investasi senilai 10,9 miliar poundsterling oleh AstraZeneca untuk membangun fasilitas manufaktur di China, perjanjian pengurangan tahapan birokrasi bagi eksportir Inggris, serta kolaborasi dalam penanganan tantangan kesehatan seperti resistensi antimikroba.

Menurut Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris, Amerika Serikat merupakan mitra dagang tunggal terbesar Inggris pada 2025, sementara China berada di peringkat keempat.

Baca juga: China dan Inggris sepakat perkuat kerja sama ekonomi hingga bebas visa

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.