Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Banyak Air, Minim Tata Kelola: Ancaman Krisis Mengintai Indonesia

Banyak Air, Minim Tata Kelola: Ancaman Krisis Mengintai Indonesia

banyak-air,-minim-tata-kelola:-ancaman-krisis-mengintai-indonesia
Banyak Air, Minim Tata Kelola: Ancaman Krisis Mengintai Indonesia
service

Jakarta, NU Online

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mengelola sumber daya air di tengah ancaman perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan tingginya kebutuhan sektor pertanian.

Utusan Khusus PBB untuk Urusan Air Retno Marsudi menyampaikan bahwa kekayaan air di Indonesia melimpah, tetapi minim tata kelola berpotensi memicu krisis di masa depan. Ia menambahkan bahwa air merupakan fondasi utama kehidupan yang harus dijaga secara berkelanjutan. 

“Air bukan sekadar sumber daya, melainkan fondasi kehidupan dan peradaban,” ujarnya dalam Seminar Water Impact Week Festival di Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Jakarta pada Senin (4/5/2026).

Menurutnya, menjaga kelestarian hutan dan pohon menjadi langkah mutlak untuk mempertahankan siklus air. Selain itu, perlindungan ekosistem pesisir seperti mangrove juga tidak bisa diabaikan, mengingat perannya sebagai benteng alami bagi wilayah laut Indonesia.

Retno juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur penampungan air di darat, seperti danau dan waduk, guna mengantisipasi ketimpangan antara musim hujan dan kemarau.

“Pengelolaan air yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi menjadi semakin penting agar generasi mendatang tidak mengalami krisis air bersih,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif Kemitraan Air Indonesia-Belanda Arie Setiadi Moerwanto mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki ekosistem mangrove yang luas dan menjadi kekuatan strategis yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Indonesia memiliki 17 ribu pulau-pulau kecil yang tentu mangrovenya juga sangat luas,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan mangrove tidak hanya berdampak nasional, tetapi juga dapat memberi kontribusi bagi negara lain.

Arie mencontohkan di daerah Kota Semarang, pendekatan berbasis alam mulai diterapkan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir. 

“Mangrove dapat menyerap energi gelombang sebelum gelombang menghantam laut kita,” tuturnya.

Ia menilai tantangan utama terletak pada belum terintegrasinya pengelolaan air secara menyeluruh. Pendekatan sektoral yang terpisah, menurut Arie dapat menghambat efektivitas kebijakan di lapangan.

Lebih jauh, Arie mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen penggunaan air di Indonesia masih terserap untuk sektor pertanian. Kondisi ini menunjukkan perlunya efisiensi dan inovasi teknologi agar penggunaan air dapat ditekan tanpa mengganggu produksi pangan.

“Jika kita bisa menurunkan konsumsi air untuk pertanian, kita bisa menghemat air untuk kebutuhan air minum,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa memasuki musim kemarau, perlunya pembenahan tata kelola air di daerah-daerah.

“Tanpa strategi terpadu yang menghubungkan aspek lingkungan, pangan, dan teknologi, Indonesia dapat berisiko menghadapi krisis air yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Arie.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.