Mon,11 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Warganesia
  3. Ketemunya Malah Sawah

Ketemunya Malah Sawah

ketemunya-malah-sawah
Ketemunya Malah Sawah
service

Ketemu sawah! 

Hamparan sawah luas. Langit biru berawan. Semilir angin sore yang sejuk.

Suasana pedesaan pada umumnya yang damai dan membuat hati tentram.

pemandangan sawah banjarsari kulon sumbang banyumas

Hadeeeeh!

Tapi ya kok ya malah ketemu sawah!?

Harusnya kan ketemunya air terjun!

Piye iki!?

Alhamdulillah-nya, hamparan sawah di atas itu berdekatan dengan rumah-rumah warga. Alhamdulillah-nya lagi, nggak perlu ada adegan kulo nuwun ke salah satu rumah untuk memohon uluran panduan arah karena ndilalah-nya ada seorang mas-mas berjalan kaki ke arah kami sambil menenteng peralatan untuk mengail ikan.

Pada intinya, mas-mas berpenampilan (agak) sangar tapi ternyata murah bantuan itu menyatakan bahwasanya,

“Jalan ke curug ada di dekat jembatan.”

Jelas, jembatan yang dimaksud oleh mas-mas tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah jembatan di dasar lembah yang melintasi sungai sebagaimana foto di bawah ini.

jembatan ikonik curug belot rempoah banyumas

Jembatan yang ikonik menurutku. Mirip bekas jembatan rel kereta api. Tapi sepertinya bukan karena sangat tidak mungkin ada kereta api yang lewat tempat ini. 

Apa mungkin jembatan untuk kereta lori pengangkut hasil bumi? Tapi sepertinya juga tidak mungkin.

Yang jelas, jembatan ini sangat fotogenik sebagai lokasi pemotretan manusia dan termasuk lokasi yang lumayan bebas merdeka untuk memotret tanpa perlu merasa terganggu oleh para pelintas jembatan. Sebabnya, untuk menuju ke jembatan ini semua manusia wajab menuruni anak-anak tangga dari semen yang sangat lunyu akibat hujan deras singkat yang mengguyur Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah beberapa saat yang lalu.

kondisi tangga jalan hutan di curug belot rempoah banyumas

Oleh sebab arahan dari mas-mas pemancing itu, maka mau tidak mau kami harus kembali menuruni lembah melewati anak-anak tangga semen yang lunyu itu untuk kembali ke dasar lembah di mana jembatan tersebut berada.

Umumnya, untuk adegan nyasar yang seperti ini istri terlucyu akan berkata, “Huf, yang sabar ya aku!”

Akan tetapi, karena sekarang si “buntut” sudah lebih aktif nan bahan bakarnya selalu penuh, maka istri cenderung lebih pendiam dan membiarkan manusia mungil itu berceloteh.

“Bapak tunggu! Jangan tinggalkan bocil!”

suasana jalan hutan di kawasan curug belot rempoah banyumas

Hadeh bocah kecil!   

Sukanya lari dan nyeker!

Bisa-bisanya dia jalan tanpa pakai alas kaki!

Bocah modelan begini kalau belum merasakan yang namanya jatuh terpeleset kemudian terluka nggak bakal belajar. Sebetulnya sudah banyak belajar: lari – jatuh – luka – nangis. Tapi namanya juga bocah, banyak belajar, terus lupa lagi. Maka dari itu, sepertinya lazim bilamana orangtua jadi sering menyeru dan menyeru.

“Jangan lari!”   

Mana sukanya main air pula! Dasar bocah.

mata air pancuran di jalan setapak menuju ke curug belot rempoah banyumas

Kembali ke jembatan. Di bawah jembatan adalah sungai. Menggunakan akal yang masih agak sehat, logikanya air terjun seharusnya ada di dekat-dekat sini sebagaimana arahan dari mas-mas pemancing yang rupanya tidak memancing di sungai ini.  

Apa yang bisa diharapkan dari jalan setapak di dalam hutan tanpa petunjuk arah? 

Curigailah segala sesuatu yang mencurigakan karena hidup sejatinya adalah repetisi mencurigai kemudian mencegah yang kenyataannya dunia ini punya seabrek hal yang berpotensi untuk dicurigai. Termasuk tugu kecil yang tulisannya sudah pudar berikut. Di dekat situ rupanya ada jalan setapak yang lebih kecil dan terkesan jarang dijamah manusia.

tugu tanda yang berdiri di dalam hutan kawasan curug belot rempoah banyumas

Singkat cerita, jalan setapak kecil itu rupanya mengarah ke pinggir sungai. Ketika menyapukan pandangan di sekitar sana, terlihatlah penampakan yang sedari tadi dicari.

Inilah Curug Belot atau Curug Belot Rempoah karena berlokasi di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 8 kilometer dari alun-alun Purwokerto via Jl. Raya Baturraden.

pemandangan curug belot rempoah banyumas dari kejauhan

pemandangan curug belot rempoah banyumas dari dekat

indahnya pemandangan curug belot rempoah banyumas

Ulasan singkat tentang Curug Belot Rempoah.

Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah

27 April 2024

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.