Tue,18 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Dubes Iran Ungkap Campur Tangan dan Serangan AS terhadap Iran Sejak Pasca-Perang Dunia II

Dubes Iran Ungkap Campur Tangan dan Serangan AS terhadap Iran Sejak Pasca-Perang Dunia II

dubes-iran-ungkap-campur-tangan-dan-serangan-as-terhadap-iran-sejak-pasca-perang-dunia-ii
Dubes Iran Ungkap Campur Tangan dan Serangan AS terhadap Iran Sejak Pasca-Perang Dunia II
service

Jakarta, NU Online

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memaparkan sejumlah bentuk campur tangan dan serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat terhadap negaranya sejak pasca-Perang Dunia II. Hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Menurut Boroujerdi, pada 1953 Amerika Serikat membantu Syah Iran melancarkan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan sah yang dipimpin Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh.

“Amerika telah mengumpulkan berbagai pihak untuk menggantikan pemerintahan yang sah Iran dan menggantikannya dengan sistem yang dipimpin oleh Syah pada saat itu,” ujarnya.

Ia juga menyinggung dukungan Amerika Serikat kepada Saddam Hussein dalam perang Iran-Irak yang berlangsung 1980-1988.

Pada 1988, lanjutnya, Amerika Serikat menyerang pesawat sipil Iran yang membawa 291 penumpang dan seluruhnya tewas.

Boroujerdi turut menuduh Amerika mendorong berbagai gerakan terorisme di Iran yang menyebabkan puluhan ribu warga menjadi korban. Ia menyebut pendekatan islamofobia dan pembentukan kelompok terorisme seperti ISIS sebagai bagian dari strategi tersebut.

Sejak 2010, kata dia, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran. Pada 2020, Amerika juga disebut melakukan serangan terhadap seorang jenderal senior Iran yang dikenal sebagai tokoh anti-ISIS di Irak.

“Mereka turun tangan secara langsung untuk melakukan pembunuhan ini,” ujar Boroujerdi.

Ia menambahkan, pada 2024 Amerika diduga memprovokasi Israel untuk menyerang kantor konsulat Iran di luar negeri serta mendorong serangan terhadap situs militer dan ekonomi sipil.

Pada Juni 2025, menurutnya, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan selama 12 hari yang menewaskan sejumlah pejabat senior militer Iran serta menyerang fasilitas siklus nuklir negara tersebut.

Boroujerdi juga menuding adanya operasi tekanan ekonomi yang memicu ketidakpuasan publik di Iran. Ia menyebut agen CIA dan Mossad berada di balik upaya menciptakan korban dalam aksi-aksi demonstrasi.

“Mereka menciptakan ketidakpuasan ekonomi, lalu membajak aksi damai masyarakat dan dengan dalih mendukung demonstran melancarkan serangan,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.