Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Bukan Sekadar Dibaca, Gus Yahya: Al-Qur’an Harus Dipelajari dan Diurai dengan Ilmu

Bukan Sekadar Dibaca, Gus Yahya: Al-Qur’an Harus Dipelajari dan Diurai dengan Ilmu

bukan-sekadar-dibaca,-gus-yahya:-al-qur’an-harus-dipelajari-dan-diurai-dengan-ilmu
Bukan Sekadar Dibaca, Gus Yahya: Al-Qur’an Harus Dipelajari dan Diurai dengan Ilmu
service

Semarang, NU Online Jateng

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca dan dilantunkan, tetapi harus menjadi pedoman hidup umat Islam, khususnya bagi kalangan pesantren.

Hal tersebut disampaikan Gus Yahya saat peluncuran Gerakan AGUS (Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri) yang digagas Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang pada Ahad (8/3/2026).

Menurutnya, distribusi 100.000 mushaf Al-Qur’an melalui program tersebut memiliki makna yang lebih dalam bagi jam’iyah Nahdlatul Ulama.Karena itu, ia menekankan bahwa Al-Qur’an tidak boleh hanya dibaca, tetapi harus dipahami dan dijadikan pedoman hidup.

“Al-Quran itu mestinya bukan hanya lit tilawah was sum’ah saja. Quran itu inti fungsinya adalah sebagai imam,” ujarnya.

Gus Yahya menambahkan bahwa untuk mengikuti Al-Qur’an sebagai pemimpin kehidupan, umat Islam harus mempelajarinya melalui ilmu yang diwariskan para ulama.

“Quran harus dipelajari, harus diurai dengan ilmu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tradisi keilmuan tersebut diwariskan secara sanad yang bersambung hingga Rasulullah saw, yang dijaga oleh para ulama dan kiai di pesantren.

“Para kiai, para ulama ini mengambil ilmu dari orang sebelumnya dan seterusnya sampai kepada Rasulullah dengan sanad yang bersambung,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa NU sebagai jam’iyah para ulama memiliki tanggung jawab untuk menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.