Tue,4 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. PBNU Gagas Pesantrenku Aman Ramah Anak untuk Perkuat Perlindungan dari Kekerasan

PBNU Gagas Pesantrenku Aman Ramah Anak untuk Perkuat Perlindungan dari Kekerasan

pbnu-gagas-pesantrenku-aman-ramah-anak-untuk-perkuat-perlindungan-dari-kekerasan
PBNU Gagas Pesantrenku Aman Ramah Anak untuk Perkuat Perlindungan dari Kekerasan
service

Bogor, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggagas Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren. Peluncuran Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak diselenggarakan di Pesantren Darul Mughni, Bogor, pada Senin (18/5/2026).

Program tersebut diinisiasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari penguatan komitmen dan sinergi dalam membangun ekosistem pesantren yang aman bagi anak.

Gerakan tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat kebijakan serta mendorong praktik perlindungan anak yang lebih kokoh di lingkungan pesantren. Sebagai lembaga pendidikan, pengasuhan, dan pembinaan karakter, pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya.

Karena itu, penguatan pesantren sebagai ruang yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak menjadi agenda penting yang perlu didorong secara bersama.

Pada kesempatan yang sama, PBNU juga menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Pencegahan Kekerasan di Pesantren yang diikuti para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan upaya bersama dalam membangun komitmen dan memperkuat sinergi kebijakan perlindungan anak di lingkungan pesantren.

“Gerakan ini merupakan langkah bersama membangun komitmen, sinergi kebijakan, dan penguatan praktik perlindungan anak di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PBNU Alissa Wahid menjelaskan bahwa jajaran syuriyah dan tanfidziyah PBNU sejak 2024 telah memberikan mandat kepada Tim Lima untuk merespons maraknya kasus kekerasan di pesantren sekaligus memimpin inisiatif transformasi budaya nir kekerasan di lingkungan pesantren.

Menurutnya, mandat tersebut ditindaklanjuti melalui berbagai langkah, mulai dari pembentukan Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren, penyelenggaraan halaqah ulama khusus di Rembang, hingga rangkaian pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di pesantren.

“Mandat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pendirian Satuan Anti Kekerasan (SAKA) Pesantren, halaqah ulama khos di Rembang, dan serial pelatihan pencegahan serta penanganan kekerasan di pesantren,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RMI PBNU Kiai Hodri Ariev menuturkan bahwa peluncuran gerakan tersebut semakin menguatkan berbagai program PBNU dalam kerangka transformasi pesantren.

Ia mengatakan, berbagai inisiatif akan terus diperkuat, di antaranya penguatan kebijakan perlindungan anak di lingkungan pesantren, edukasi mekanisme pengaduan yang aman dan mudah diakses. Pelatihan bagi pengasuh serta tenaga pendidik hingga pelibatan santri, wali santri, dan masyarakat juga perlu diperkuat guna membangun sistem perlindungan anak.

“Program ini akan terus dilanjutkan melalui berbagai inisiatif penguatan perlindungan anak di pesantren agar sistem yang dibangun semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui gerakan tersebut, pesantren diharapkan semakin kokoh menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya unggul dalam transmisi ilmu dan pembinaan akhlak, tetapi juga hadir sebagai tempat yang menjamin rasa aman, menjaga martabat, serta memberikan masa depan terbaik bagi setiap anak.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.